Selasa, 06 Agu 2019 08:45 WIB

Doa di Kakbah Terkabul, Driver Taksi Online Ini Sukses Berkat Gojek

Nurcholis Maarif - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Berlodeski pernah mengalami kebangkrutan dari perusahaan event organizer yang ia rintis selama lima tahun. Ia lalu memutuskan bergabung menjadi mitra Gocar sambil mempelajari cara menjalankan bisnis. Doa Berlodeski kini terkabul di mana ia kini memiliki hak bisnis sebagai distributor Tour and Travel di Indonesia.

Awalnya, pada tahun 2015 perusahaan event organizar yang Berlodeski rinstis bersama temannya selama lima tahun mengalami defisit. Lalu pada tahun 2017, Berlodeski memutuskan menjadi driver Gocar dan sambil mempelajari serta menjalani bisnis tour and travel. Dari menjadi driver Gocar ini, ia merasakan kenyaman dan kepercayaan lebih dalam mencari rezeki.

"Memasuki tahun 2018, saya mulai merasakan nyaman dan memiliki kepercayaan lebih untuk berada di jalan karena Gocar selalu memberikan saya order. Banyak mitra lain yg saya temui berkeluh kesah karena tidak memperoleh order yang melimpah. Namun hal tersebut Alhamdulillah tidak saya rasakan karena saya selalu menjalani ini dengan benar, semangat, dan ikhlas," ucap Berlodeski.


Selanjutnya, pada tahun yang sama, Berlodeski dengan istri berkesempatan menjalankan ibadah umrah. Di depan Kakbah, ia berdoa agar dibukakan segala kebaikan dan kelancaran dalam mencari rezeki yang halal dan berkah. Menurutnya, melalui Gocar juga ia bisa diberikan kemudahan dalam menjalani tugas sebagai mitra.

"Di awal 2019, saya pun membeli hak bisnis sebagai distributor salah satu perusahaan Tour and Travel di Indonesia untuk keluarga saya. Di sela kesibukan sebagai mitra Gocar saya pun menyempatkan diri untuk mempelajari dan menjalani usaha tersebut," ucap Berlodeski.

Menurut VP Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say mengatakan bahwa dalam menjalankan strategi untuk kesejahteraan mitra Gojek perlu didukung secara menyeluruh yang dilihat dari tiga sisi. Pendapatan yang berkesinambungan, pengelolaan keuangan yang baik, dan pengembangan skill dan pengetahuan.

"Untuk mencapai ketiga hal tersebut, kami selalu memastikan agar inovasi yang dihadirkan mendukung unggulnya kualitas layanan Gojek. Tidak berhenti sampai di situ kami juga menginisiasi Bengkel Belajar Mitra (BBM) dan mengembangkan program GoJek Swadaya," ujar Michael.


Michael juga mengutip data hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang menyatakan bahwa 90% mitra pengemudi Gojek merasa kualitas hidupnya lebih baik-jauh lebih baik setelah bergabung dengan Gojek. Lanjut Michael, Sejak awal kehadirannya, Gojek mempunyai visi untuk naik kelas bersama mitra driver, baik dari sisi kesejahteraan maupun dari sisi skill dan pengetahuan.

"Dari sisi kesejahteraan, Gojek berupaya memastikan tersedianya pendapatan yang berkesinambungan bagi mitra-mitranya. Caranya dengan terus meningkatkan kualitas produk dan layanan sehingga Gojek dapat menjadi aplikasi on-demand dengan jumlah pengguna aktif bulanan terbesar di Indonesia," pungkas Michael.

Simak Video "9 Tahun Gojek: Tantangan Bertahan di Negeri Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed