Sabtu, 03 Agu 2019 18:42 WIB

Reeracoen Luncurkan Layanan Ultratech, Apa Itu?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. Reeracoen Foto: Dok. Reeracoen
Jakarta - Reeracoen meluncurkan sebuah layanan bernama Ultratech, yaitu layanan yang memungkinkan karyawan mengambil gajinya di awal.

Ultratech adalah hasil pengembangan dari PT Reeracoen Indonesia yang bisnis utamanya adalah recruitment agency. Layanan ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia, dan pertama diluncurkan pada Januari 2018 lalu.

Pihak Ultratech menekankan kalau layanannya ini berbeda dengan layanan pinjaman online. Layanan ini adalah memungkinkan permbayaran gaji di awal kepada karyawan berdasarkan hari kerja yang sudah dilalui, dengan skala gaji yang sebelumnya diatur oleh perusahaan masing-masing.

Jika karyawan mengajukan pada hari ini, mereka akan menerima gaji prabayar 1 (satu) hari kerja berikutnya. Untuk menikmati fasilitas tersebut, karyawan cukup mengakses aplikasi Ultratech dan mengisi permohonannya.

Dalam aplikasi tersebut, karyawan juga dapat melihat riwayat pengajuan dan membatalkan pengajuan yang terlanjur sudah diajukan. Perusahaan dapat memantau secara real time keadaan penggunaan layanan ini melalui dashboard yang disediakan. Sehingga pihak perusahaan juga dapat dengan mudah dan aman menggunakan layanan ini.

Dengan menerapkan layanan ini maka perusahaan akan mendapatkan manfaat yaitu peningkatan engagement didalam perusahaan, misalnya peningkatan kualitas rekrutmen dan mempertahankan karyawan berkualitas, produktivitas meningkat, sinergi dengan koperasi, penguatan compliance terkait peminjaman uang.

Engagement berarti keterikatan anggota organisasi dengan organisasi itu sendiri, secara fisik maupun secara emosional dalam hal kinerjanya. Beberapa tahun terakhir ini peningkatan engagement karyawan telah menjadi hal umum di perusahaan Eropa dan America.

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 5000 orang kandidat headhunter Reeracoen terkait alasan ingin pindah tempat bekerja, hasilnya adalah kompensasi dan benefit, serta layanan terkait yang disediakan perusahaan menjadi alasan terbesar kedua sebagai faktor pindah tempat bekerja oleh karyawan, disamping alasan terbesar pertama yaitu tunjangan kesehatan. Layanan Ultratech ini sudah diakui oleh perusahaan-perusahaan sebagai alternatif terbaik dan teraman untuk karyawan yang membutuhkan dana darurat.

Kalau kita melihat layanan pinjaman uang online yang marak sekali akhir-akhir ini dan bahkan kasusnya viral di media sosial maupun kanal berita mainstream lainnya, korbannya tidak hanya karyawan sendiri sebagai si peminjam tetapi juga rekan kerja bahkan atasannya juga dihubungi oleh debt collector. Hal ini tentunya akan mengganggu kondisi kerja yang kondusif serta sangat mempengaruhi kinerja karyawan tersebut serta nama baik perusahaan secara keseluruhan.

Indonesia sendiri menjadi negara pertama di luar Jepang yang menjajal produk Ultratech ini. Berikutnya Ultratech digulirkan ke Thailand pada Desember 2018. Di Jepang sendiri, layanan ini sudah beroperasi sejak 4 tahun lalu. Di Indonesia sendiri Ultratech telah dimanfaatkan oleh lebih dari 150 perusahaan dengan total lebih dari 50 ribu pengguna per Agustus 2019.

Sebanyak 60% di antaranya adalah perusahaan Jepang dan sisanya 40% adalah perusahaan lokal. Mereka bergerak di industri F&B, farmasi, manufaktur, outsourcing, jasa, dan pendidikan. Ultratech menargetkan setidaknya pada tahun 2019 ini dapat memiliki hingga 80 ribu pengguna dari 250 perusahaan. Untuk monetisasinya, Ultratech mengenakan biaya sistem dari tiap pengajuan gaji prabayar yang dilakukan karyawan, dan tidak mengenakan biaya apapun ke perusahaan.

Simak Video "Telat Bayar Utang Fintech, Wanita di Solo Diteror"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)