Senin, 05 Agu 2019 17:30 WIB

Sisi Positif Mati Listrik Kata Pengamat Medsos

Rachmatunnisa - detikInet
Ilustrasi mati listrik. Foto: Muhammad Ridho/detikcom Ilustrasi mati listrik. Foto: Muhammad Ridho/detikcom
Jakarta - Netizen gaduh saat pada Minggu (4/8) kemarin, berjam-jam tanpa listrik dan komunikasi via ponsel. Banyak yang mengeluh, tapi ada juga yang merasa senang. Kenapa senang?

Di media sosial (medsos), sebagian orang merasa bersyukur karena mati listrik membuat mereka sejenak tidak menggunakan gadget. Kondisi ini mendorong mereka bersosialisasi langsung dengan keluarga, tetangga dan teman.



"Untuk sementara waktu, kalau itu dianggap sisi positifnya ya memang jadi mengingatkan ketika dulu kita masih membutuhkan satu sama lain tanpa bantuan teknologi. Membuat kita jadi 'dimanusiakan' lagi dengan terkoneksi langsung tanpa alat digital," kata pengamat media sosial Enda Nasution, dihubungi detikINET, Senin (5/8/2019).

Namun ditambahkan Enda, jika mati listrik terjadi dalam jangka waktu yang lebih panjang, tak dapat dipungkiri bahwa manusia zaman sekarang sangat membutuhkan listrik.

"Kalau terjadi lebih lama ya gak bisa dipungkiri kalau kita sangat tergantung dengan teknologi modern yang semuanya berhubungan dengan listrik. Jadi sisi positif mati listrik ya kita disuruh istirahat sejenak, tapi jangan lama-lama istirahatnya karena kita harus terus bergerak," canda Enda.

Enda menambahkan bahwa memang diperlukan rencana cadangan jika terjadi hal semacam ini. Dia pun berandai-andai jika sumber energi selain listrik diterapkan secara massal.



"Saya kepikiran gimana ya kalau pakai baterai tenaga Matahari di skala pemerintah, hingga ke rumah-rumah. Kepikiran kaya gitu sih. Yang jelas memang perlu backup plan kalau terjadi sesuatu yang luar biasa dan dalam waktu lama kita harus gimana," tutupnya.

Simak Video "Cerita Kocak Grup Bajaj saat Listrik Padam"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)