Kamis, 25 Jul 2019 22:44 WIB

Jadi Pionir, GoFood Ajak Masyarakat Kurangi Plastik

Moch Prima Fauzi - detikInet
Foto: Dok Go-Jek Foto: Dok Go-Jek
Jakarta - Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan Kehutanan, Indonesia merupakan pencemar plastik di laut terbesar kedua di dunia. Per harinya, Indonesia menghasilkan 175.000 ton limbah per hari dan 15 persen di antaranya berasal dari plastik sekali pakai yang digunakan untuk kemasan makanan, barang-barang konsumsi, dan tas belanja.

Sebagai langkah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dari merchant-nya, GoFood telah memberikan pilihan pada pelanggan untuk tidak memesan alat makan sekali pakai. Merchant GoFood menerapkan biaya tambahan untuk peralatan makan sekali pakai melalui aplikasinya.

GoFood menggandeng lembaga dan organisasi terkemuka dalam upaya pelestarian lingkungan ini, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia sebagai organisasi konservasi lingkungan independen terbesar di Indonesia. Langkah ini diapresiasi oleh pihak KLHK.


"Pemerintah telah mempunyai kebijakan pengelolaan sampah secara nasional dan mengakselerasi penerapannya untuk memastikan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di daerah. Ada 14 kota dan 1 provinsi (Bali) yang telah melarang penggunaan plastik sekali pakai. Oleh karena itu, KLHK mengapresiasi GoFood sebagai aplikasi layanan pesan-antar makanan pertama di Indonesia yang mendukung upaya pemerintah untuk pengurangan sampah plastik dengan memberikan pilihan kepada konsumen GoFood untuk tidak menggunakan alat makan sekali pakai," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati dalam keterangan tertulis, Kamis (25/7/2019).

"Hal ini tentu sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik dan kami sangat berharap semua pihak, produsen maupun konsumen dapat mengikuti jejak Gojek untuk menjadi agen perubahan untuk hal ini," sambungnya.

GoFood telah mulai memungut biaya ekstra sebesar Rp 1.000 hingga Rp 3.000 bagi pengguna aplikasi yang ingin mendapatkan alat makan sekali pakai dalam pesanannya. Terdapat pilihan 'Set Alat Makan' di kolom paling bawah menu dan apabila pengguna tidak menambahkan jumlah dalam pilihan tersebut, maka akan secara otomatis tidak mendapatkan alat makan sekali pakai.


Lebih dari 750 outlet di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali telah bergabung dalam inisiatif GoFood yang sejalan dengan serangkaian kebijakan tingkat pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia.

Selain menambahkan biaya ekstra untuk alat makan sekali pakai, GoFood juga akan melengkapi para mitra driver dengan tas pengiriman baru agar mitra merchant dapat mengemas makanan secara langsung dengan tas ini tanpa perlu menggunakan plastik tambahan.

Simak Video "Resep Rahasia GoFood Berdiri Jadi Pemimpin Pesan Antar Makanan"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/krs)