Kamis, 18 Jul 2019 16:44 WIB

Go-Jek dan Astra Bikin Go-Fleet untuk Driver yang Tak Punya Mobil

Nurcholis Maarif - detikInet
Foto: Nurcholis Maarif/detikcom Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Tangerang - PT Astra International dan Go-Jek meluncurkan produk perusahaan patungan mereka, Go-Fleet pada pembukaan acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang Selatan. Go-Fleet menyediakan mobil untuk mitra driver beserta jaminan perawatan dan asuransi serta tambahan penghasilan dari iklan dalam mobil.

Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengatakan bahwa Go-Fleet merupakan wujud kemitraan strategis antara Astra dan Go-Jek yang dimulai sejak Astra berinvestasi di Go-Jek pada Februari tahun lalu. Ia juga menjelaskan alasan Astra ingin berinvestasi di Go-Jek karena layanan industri ride-hailing dan layanan antar makanan di Indonesia baru berada pada tingkat 3-4% sementara di China telah mencapai 14%.

"Kami mendukung penuh upaya kolaborasi otomotif dan teknologi agar dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang semakin luas bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa," ucap Prijono di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019).




CEO Go-Jek, Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa Go-Fleet merupakan penyelenggaraan layanan angkutan sewa khusus yang menyediakan solusi mobilitas bagi mitra driver jasa transportasi online. Solusi ini berupa penyediaan kendaraan, perawatan, layanan perbaikan, perlindungan asuransi, dan monetisasi kendaraan melalui pemasangan iklan.

"Kerja sama ini sejalan dengan misi kami untuk terus berinovasi dan mencari cara memberikan kesempatan yang merata bagi masyarakat Indonesia. Peluncuran Go-Fleet menjadi perwujudan kolaborasi dan perpaduan kekuatan dua karya anak bangsa terdepan untuk terus memajukan ekonomi digital Indonesia di mata dunia," ujar Nadiem.

Adapun Presiden Direktur Go-Fleet, Meliza M Rusli mengatakan bahwa perekrutan dan pengoperasian Go-Fleet akan dilakukan secara bertahap. Hari ini Go-Fleet baru beroperasi di area Jabodetabek dan rencananya akan dilakukan di seluruh Indonesia.




"Di samping solusi kendaraan, ada juga perawatan mobil, perbaikan, asuransi kendaraan dan asuransi jiwa, dan tambahan penghasilan mitra driver dari iklan yang ditampilkan di kendaraan. Penambahan penghasilan bagi mitra diharapkan menggerakkan sektor informal perekonomian di Indonesia," ucap Meliza.



Go-Jek dan Astra Bikin Go-Fleet untuk Driver yang Tak Punya Mobil


Simak Video "Angin Segar untuk Go-Jek di Tengah Kontroversi Mengaspal di Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/krs)