Amerika Tetap Spammer Nomer Satu
- detikInet
Jakarta -
Amerika tetap menjadi spammer nomer wahid, meskipun jumlah spam yang berasal dari Negeri Paman Sam itu dikabarkan menurun. Demikian menurut penelitian yang dilakukan vendor keamanan Sophos PLC.Dari hasil penelitian terungkap, Amerika-lah yang seharusnya bertanggung jawab atas 26 persen kasus spam selama enam bulan terakhir hingga akhir September 2005. Prosentase ini lebih kecil dari prosentase tahun lalu pada periode yang sama. Tahun 2004, sekitar 42 persen spam dihasilkan dari mesin-mesin di Amerika Serikat."Untuk sejumlah alasan tertentu, sementara ini prosentasenya memang menurun, salah satunya adalah peningkatan tugas antispam. Dimana orang yang berwewenang dan internet service provider (ISP) di Amerika Utara mendapatkan cara yang lebih baik untuk menurunkan jumlah spam," tukas Graham Cluley, konsultan teknologi senior Sophos seperti dikutip detikinet dari Daily Mac News Sabtu (15/10/2005).Meskipun persentase spam di Amerika menurun, persentase jumlah serangan spam di Korea Selatan dan Cina meningkat. Pasalnya, dengan adanya adanya penambahan kapasitas broadband, kedua negara tersebut menjadi ladang subur bagi spammer. Persentase serangan spam di Korea Selatan meningkat dari 12 persen menjadi 20 persen dalam tahun terakhir. Sedangkan Cina mengalami kenaikan dari 9 persen hingga menjadi 16 persen. Namun, total jumlah spam yang dikirimkan ke seluruh dunia jumlahnya tetap sama.Spammer kadang menggunakan software jahat untuk mengendalikan pengguna personal computer (PC), yang dikenal dengan nama zombie. Dengan menggunakan taktik ini, negara yang meningkatkan akses broadband dan pengguna yang mengoperasikan versi terakhir Window dikhawatirkan akan menjadi sasarannya, kata John Reid sukarelawan Spamhaus Project, organisasi anti spam dunia.Lebih lanjut, lima negara penyebab serangan spam terbesar: Amerika Serikat merupakan negara penyebar serangan spam terbesar dengan persentase 26,35 persen. Sementara Korea Selatan menempati posisi dua dengan persentase sebesar 19,37 persen. Cina adalah negara penghasil spam dengan persentase 15,7 persen, Perancis menempati urutan keempat sebesar 3,46 persen. Brazil menempati posisi terakhir dengan persentase sebesar 2,67 persen.
(ien/)