Selasa, 25 Jun 2019 16:40 WIB

Petinggi Facebook Sindir Produk Apple Mahal dan Eksklusif

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kantor Facebook. Foto: Reuters Kantor Facebook. Foto: Reuters
Jakarta - Apple dan Facebook sedang terlibat perang kata. Setelah CEO Apple Tim Cook belum lama ini menyindir Facebook soal kebocoran data, giliran eksekutif Facebook melontarkan balasan.

Nick Clegg, Head of Global Affairs Facebook menyebut bahwa Facebook merupakan layanan yang terbuka bagi setiap orang, sementara ada perusahaan yang seperti klub eksklusif. Perusahaan yang meraup uang dengan menjual layanan dan hardware mahal.

"Facebook gratis, buat semua orang. Beberapa perusahaan teknologi besar lain menghasilkan uang dengan menjual hardware mahal atau layanan berlangganan, atau di beberapa kasus keduanya. Mereka adalah klub eksklusif, tersedia hanya buat konsumen yang ingin membeli hardware dan layanan high value," sebutnya.




Clegg menambahkan miliaran orang menggunakan Facebook karena mereka bisa melakukannya dan tidak ada ekslusifitas tertentu. Orang kaya dan miskin di semua negara dapat memakainya.

"Layanan kami bisa diakses oleh siswa di Guatemala, gembala domba di Amerika Serikat, pekerja kantoran di Mumbai, startup teknologi di Nairobi, atau pengemudi taksi di Berlin. Lebih dari 2 miliar orang memakai layanan kami karena mereka bisa," tandas Clegg.

Poin yang ingin disampaikan Clegg sepertinya adalah bahwa karena Facebook tersedia gratis bagi semua orang, data para user mungkin lebih rentan, tak seperti Apple yang bisa lebih ketat.

Sebelumnya, Cook menyindir perusahaan teknologi harus bertanggung jawab atas kegaduhan yang disebabkan oleh inovasi yang mereka buat. Walau tidak menyebut nama perusahaan secara spesifik, dalam pidatonya ia menyebut kebocoran data dan pelanggaran privasi, yang jelas mengarah ke Facebook.




"Belakangan ini industri ini menjadi lebih dikenal dengan inovasi yang kurang mulia - keyakinan bahwa kalian dapat mengklaim kredit tanpa menerima tanggung jawab," kata Cook.

"Kami melihatnya setiap hari dengan setiap kebocoran data, setiap pelanggaran privasi, setiap mata yang beralih ke ujaran kebencian, berita palsu meracuni percakapan nasional, mukjizat palsu dengan setetes darah kalian," sambungnya.


(fyk/krs)