Teknologi Biometrik ATM Belum Banyak Diadopsi
- detikInet
Jakarta -
Teknologi biometrik yang dimanfaatkan untuk otentifikasi ATM masih belum banyak diadopsi kalangan perbankan. Pasalnya, harganya masih mahal serta banyak pelanggan belum yakin kalau teknologi ini bisa 100 persen aman.Memindai sidik jari atau iris untuk memverifikasi identitas pengguna automated teller machine (ATM) belum memasuki pasaran perbankan Amerika Serikat karena kekhawatiran akan biayanya yang sangat mahal dan isu privacy.Meski begitu, Kolumbia adalah salah satu tempat di dunia yang sektor perbankannya memanfaatkan teknologi sidik jari biometrik untuk memverifikasi identitas seseorang berdasarkan karakteristik fisik unik masing-masing.Dalam hal ini adalah penting untuk meyakinkan pelanggan akan keuntungan lebih yang ditawarkan teknologi ini ketimbang sistim card and pin. Meski selama ini, sistim tersebut terbukti berjalan dengan baik. Kata juru bicara American Bankers Association seperti dilansir Associated Press yang dikutip detikinet Rabu (12/10/2005).Bagaimanapun, perusahaan produsen mesin ATM telah menemukan pasaran untuk teknologi sidik jari di kawasan Amerika Selatan. Dimana warga negara disana ternyata sudah terbiasa dengan penggunaan sidik jari untuk identifikasi secara umum. Seperti halnya pada kartu identitas (ID) yang mereka bawa setiap harinya."Biometrik adalah bentuk paling aman untuk otentifikasi," ujar Avivah Litan, salah seorang analis Gartner Inc., sebuah perusahaan analis teknologi. Ia melanjutkan, bentuk ini adalah bentuk yang paling sulit untuk ditiru dan diduplikasi.Sebagai informasi, perusahaan yang mengeluarkan teknologi biometrik untuk otentifikasi ATM ini adalah Diebold Inc. yang berbasis di North Canton, Ohio, Amerika Serikat.Diebold Inc. pun telah mengujicobakan ATM dengan sistim pemindaian iris mata namun karena sistim ini sangat mahal nilainya, belum banyak bank yang mengadopsi. Lagipula, kameranya terlalu besar untuk ATM yang kecil. Dalam aplikasinya, pengguna harus meletakkan hidung mereka ke layar agar alat pemindainya dapat digunakan.Sementara itu, para pendukung teknologi terkait percaya bahwa pada akhirnya pelanggan bank akan menerima ATM dengan otentifikasi biometrik ini. "Yang paling penting dari teknologi tersebut adalah, sedianya akan melibas sistim PIN sehingga tak ada lagi orang yang bisa mencuri," kata Jim Block, Director of Global Advance Technology Diebold mengakhiri.
(ien/)