Rabu, 12 Jun 2019 16:30 WIB

Neneng Goenadi Bicara soal Target Grab Indonesia

Akfa Nasrulhak - detikInet
Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi/Foto: Grab Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi/Foto: Grab
Jakarta - Berawal dari permasalahan sulitnya akan transportasi, Grab kini telah menjadi aplikasi super yang terasa manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Perusahaan yang didirikan oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling tujuh tahun lalu ini kini telah menjadi decacorn.

Nilai valuasi perusahaan ini didapat tentu tak hanya dari pendapatan operasional. Melainkan, Grab juga menerima beragam suntikan pendanaan dari banyak perusahaan raksasa di dunia yang memandang Grab memiliki prospek yang besar. Seperti SoftBank Vision Fund, Toyota Motor, Microsoft Corporation, Ping An Capital, dan lain-lain.

Dengan mendapatkan berbagai pencapaian tersebut, Grab yang kini telah hadir di 8 negara di Asia Tenggara ini tentu masih punya target yang lebih besar di masa yang akan datang. Di Indonesia sendiri, saat ini Grab telah beroperasi di 222 kota dan akan terus berkembang.




Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, ke depan Grab akan terus tumbuh untuk membantu masyarakat. Grab sendiri memiliki tujuan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat, membangun dan membina talenta teknologi, serta membantu startup berakselerasi.

"Kami sebagai Grab lebih banyak membantu masyarakat baik partner maupun usaha mikro, untuk meningkatkan kemampuan yang ada di Indonesia," ujar Neneng dikutip dari laman CNBC Indonesia, Rabu (12/6/2019).

"Meningkatkan kemampuan ada beberapa hal, pertama MoU dengan ITB membuat Tech Future Leader, bagaimana mengajarkan mahasiswa semester lima selama sekitar 6-8 bulan sehingga kemampuannya bisa cocok dengan Grab," jelasnya.




Khusus dalam hal membina talenta teknologi, lanjut Neneng, Grab menggandeng ITB membangun RnD Center di Indonesia yang merupakan satu dari tujuh pusat riset Grab yang tersebar di dunia. Tepatnya berada di Seattle, Jakarta, Singapura, Malaysia, Bangalore, Ho Chi Minh dan Beijing.

"Artinya, "brain" kita ada di tujuh negara, dengan kemampuan berbeda dan bisa membawanya ke Indonesia," ujarnya.




(ega/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed