Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Workshop Menulis UBiNus
'Akademisi Haruslah Menulis'
Workshop Menulis UBiNus

'Akademisi Haruslah Menulis'


- detikInet

Jakarta - Bagaimana mendapatkan ide untuk membuat suatu tulisan? Apakah cara kerja media cetak dan media online berbeda? Informasi apakah yang cocok untuk diletakkan di blog? Itulah beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta workshop 'Kiat Menulis Artikel di Media Cetak dan Online', bertempat di kampus Universitas Bina Nusantara (UBiNus), Sabtu (8/10/2005).Acara tersebut merupakan kerjasama antara Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi UBiNus dengan detikINET dan harian 'Kompas'.Dalam acara yang diikuti oleh sekitar 70-an peserta dari kalangan mahasiswa dan staf pengajar tersebut, diskusi berlangsung dengan hangat. Parulian Sihotang, Dekan Fakultas Ekonomi, dalam sambutannya menegaskan bahwa menulis seharusnya sudah merupakan suatu hal yang menjadi kebiasaan bagi para akademisi. "Dengan menulis, maka ilmu pengetahuan akan dapat terus berkembang," demikian ujarnya. Disampaikan pula oleh Parulian, bahwa budaya menulis memang harus seiring dengan budaya membaca.Pembicara yang memberikan materi pada acara tersebut adalah Pieter P. Gero dari harian 'Kompas', Donny B.U. dari media online detikINET dan Endang Ernawati dari perpustakaan UBiNus.Pieter dalam kesempatan pertama berbicara, menyampaikan pentingnya akademisi untuk dapat membaca. Kemampuan membaca yang dimaksud, menurut Pieter, adalah membaca buku ataupun dari media lain serta 'membaca' situasi dan kondisi. Beberapa tips dan kiat mengirimkan artikel ke harian Kompas juga dibahas, termasuk kriteria tulisan yang diharapkan.Dilanjutkan oleh Donny, para peserta mendapatkan penjelasan tentang teknik mendapatkan ide penulisan dengan menggunakan kelima panca indra manusia. Dipaparkan pula tentang beberapa jenis tulisan essay serta mekanisme kerja media online. Selain itu petunjuk singkat membuat blog dan beberapa contoh blog umum maupun untuk proses belajar-mengajar turut disampaikan.Sedangkan Endang memaparkan tentang fasilitas e-library yang dimiliki oleh UBiNus. e-Library tersebut, menurut Endang, terhubung dengan ratusan ribu artikel yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan pengajar untuk menggali ide penulisan dan mendapatkan referensi yang terkait. Didemokan pula teknik pencarian artikel melalui e-library tersebut.Secara umum, ketiga pembicara sepakat bahwa akademisi, baik mahasiswa maupun pengajar, haruslah (berani mulai) menulis. Menulis diawalnya memang akan terasa berat. Tetapi dengan mempelajari kiat dan strateginya, membaca contoh tulisan orang dan mendiskusikan hasil tulisan sendiri ke orang lain, maka menulis akhirnya akan mudah dan bahkan menjadi kebiasaan."Outcome dari workshop tersebut adalah diharapkan mahasiswa maupun pengajar dapat berani untuk mulai menulis," demikian ditegaskan oleh Antonius Herusetya, Kajur Manajemen FE UBiNus. 'Untuk itu, workshop ini ditindak-lanjuti dengan lomba penulisan artikel melalui blog," tambahnya. Lomba yang sementara ini masih dikhususkan bagi mahasiswa UBiNus tersebut, mengharuskan para pesertanya untuk membuat tulisan dengan tema 'Strategi dan Pengalaman Belajar Menggunakan TI'."Artikel tersebut harus dipublikasikan di blog masing-masing peserta untuk dinilai oleh tim juri. Kedepannya, kami berencana meluaskan aktifitas lomba tersebut dengan melibatkan seluruh mahasiswa se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi - Red.)," ujar Antonius menandaskan. (ien/)







Hide Ads
LIVE