Jumat, 31 Mei 2019 03:27 WIB

Uber Bakal Depak Penumpang dengan Rating Rendah

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Penumpang Uber kini bisa saja kehilangan akses terhadap layanan taksi online tersebut jika rating mereka terlampau rendah karena melakukan hal-hal negatif.

Perusahaan yang baru saja melantai di bursa saham itu menyatakan bakal mulai mencekal penumpang di Amerika Serikat dan Kanada, jika rating mereka di bawah rata-rata secara signifikan.

Dikutip detikINET dari CNN, penumpang yang terancam didepak awalnya mendapat pemberitahuan dan kesempatan buat memperbaiki rating. Jika tak ada perbaikan, baru mereka diputus aksesnya ke semua layanan Uber.




"Respek itu berjalan dua arah. Pengemudi sudah sejak lama diharapkan memenuhi syarat rating minimum yang bervariasi dari kota ke kota," sebut Kate Parker, Head of Safety Brand Uber.

"Meskipun kami memprediksi hanya jumlah kecil penumpang akan terimbas dari deaktivasi berdasarkan rating, ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan," tambah dia.

Uber akan meluncurkan kampanye untuk mengedukasi penumpang. Mereka yang terancam terdepak disarankan melakukan beberapa hal untuk memperbaiki rating, misalnya tak membuang sampah di mobil atau bersikap baik pada pengemudi.

"Meski kebanyakan penumpang berlaku sopan, melarang mereka yang mengancam pengemudi, rasis, tidak menghormati atau merusak kendaraan adalah sesuatu yang tepat," kata juru bicara Uber, Moira Muntz.


(asj/asj)