Selasa, 28 Mei 2019 04:12 WIB

Karyawan Snapchat Dilaporkan Mata-matai Pengguna

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Salah satu masalah pada layanan online adalah soal keamanan data. Mau tidak mau data kita, sebagai pengguna, berada di bawah kendali perusahaan yang layanannya kita pakai.

Sebagian besar orang berasumsi bahwa ada pengamanan yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mencegah akses ke data personal kita. Sayangnya, selalu ada celah, baik karena kecerobohan kita sendiri, atau malah datang dari perusahaan itu sendiri.




Untuk kemungkinan yang terakhir, ada contoh kasus terbaru yakni Snapchat. Dikutip dari Motherboard, Senin (27/5/2019), sebuah laporan menyebutkan sejumlah karyawan Snapchat menyalahgunakan posisi mereka untuk memata-matai pengguna.

Laporan yang mengutip seorang mantan karyawan Snapchat itu menginformasikan, bahwa ada beberapa karyawan Snapchat menyalahgunakan akses yang mereka punya beberapa tahun lalu.

Menurut sumber, Snapchat menjadi alat internal yang memungkinkan karyawan mengakses informasi si pengguna, termasuk lokasi mereka, Snap yang disimpan dan informasi personal lainnya.

Salah satu tool, bernama SnapLion, dikembangkan oleh Snap agar mereka bisa mengakses informasi pengguna. Namun diperlukan permintaan dari penegak hukum untuk bisa menggunakan akses ini.

Menanggapi laporan ini, Snap selaku induk perusahaan Snapchat menyebutkan bahwa melindungi privasi pengguna merupakan hal terpenting bagi mereka.

"Kami menyimpan sejumlah kecil data pengguna, dan kami memiliki begitu banyak kebijakan dan pengawasan untuk membatasi akses internal ke data yang kami punya," demikian pernyataan Snap.




"Akses tanpa izin dalam bentuk apapun jelas merupakan pelanggaran standar perusahaan dan pedoman bisnis. Jika terdeteksi, kami segera melakukan tindakan," tutupnya.



Tonton juga video Snapchat Merugi Rp 11 Triliun karena Kemarahan Rihanna:

[Gambas:Video 20detik]

(rns/krs)