Senin, 27 Mei 2019 20:41 WIB

Orang Terkaya China Cemaskan Perang AS Lawan Huawei

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ma Huateng. Foto: Getty Images Ma Huateng. Foto: Getty Images
Jakarta - Perseteruan antara Huawei dengan pemerintah Amerika Serikat mendapat perhatian banyak pihak di China. Tak terkecuali Ma Huateng atau akrab dipanggil Pony Ma, pendiri raksasa teknologi Tencent yang juga manusia terkaya di China.

Huateng mengawasi akankah perang dagang antara Amerika Serikat dan China bakal menuju perang teknologi. Dan China menurutnya harus mempersiapkan diri.

"Belakangan ini, kasus ZTE dan Huawei memanas. Kami juga secara konstan mengamati apakah perang dagang akan berubah menjadi perang teknologi," sebut Huateng yang dikutip detikINET dari CNBC.




Ia merujuk pada kasus ZTE yang beberapa waktu silam hampir kolaps karena suplai komponen dibatasi AS. Kini, isu serupa melanda Huawei.

"Sebagai hasilnya, jika kita tidak terus bekerja keras dalam riset dasar dan teknologi-teknologi kunci, maka perekonomian digital kita hanya akan menjadi bangunan tinggi yang dibangun di atas pasir, susah untuk dipertahankan," sebut Huateng.

Menurut pria berusia 47 tahun tersebut, China telah menjadi salah satu yang terdepan dalam perkembangan teknologi. Sehingga tidak bisa lagi hanya mengambil ide-ide yang sudah ada.

Dengan harta terkini USD 36 miliar, Huateng adalah orang paling kaya di China. Pesaingnya yaitu pendiri Alibaba, Jack Ma, juga berharap perusahaan teknologi China semakin giat untuk mandiri.

"Merupakan kewajiban bagi perusahaan-perusahaan besar untuk berkompetisi dalam teknologi inti," sebut Ma beberapa waktu silam.


(fyk/krs)