Senin, 27 Mei 2019 12:20 WIB

Jegal Huawei, Amerika Pamer Supremasi Teknologi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Donald Trump. Foto: REUTERS/Jonathan Ernst Donald Trump. Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Washington - Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) menjegal Huawei dengan mempersulit pembelian komponen ataupun pemakaian software seolah untuk menunjukkan supremasi teknologinya. Huawei mendapat cobaan berat jika dalam jangka panjang keputusan itu tidak berubah.

"Perangkat jaringan dan smartphone Huawei amat bergantung dengan komponen AS, terutama di semikonduktor dan software. Beberapa komponen itu tak mudah diganti komponen non AS. Meski bisa, biasanya penggantinya itu memakai properti intelektual AS," tulis kolumnis teknologi South China Morning Post, Tom Holland.

"Artinya, supplier dari Korea dan Jepang akan menjadi subyek penalti AS jika mereka menjualnya ke Huawei, yang menjelaskan kenapa Panasonic dan Hitachi minggu lalu menghentikan pengapalan komponen kuncinya," papar dia.




Sistem operasi Android pun sukar digantikan. Samsung dengan Bada dan Microsoft dengan Windows Phone pernah coba menantang di masa silam, semua berguguran.

Belum lagi ARM yang desain prosesornya jadi basis chip Huawei juga menghentikan hubungan bisnis karena meski berasal dari Inggris, teknologi ARM rupanya memakai properti intelektual AS.

Microsoft, Intel, Qualcomm, pun kabarnya telah mematuhi keputusan pemerintah AS. Maka, Huawei harus bekerja amat keras jika ingin bertahan. Pendiri Huawei sendiri, Ren Zhengfei, tetap optimistis perusahaannya akan tetap baik-baik saja.

"Keputusan pemerintah AS saat ini meremehkan kemampuan kami," ucapnya, menambahkan bahwa Huawei telah bersiap agar teknologi intinya tetap terjaga.

Video: Bos Huawei Tak Setuju Jika China ''Balas Dendam'' Boikot Apple

[Gambas:Video 20detik]



Tapi Tom menilai Huawei tidak akan bisa survive dalam jangka panjang jika AS terus berpegang pada pendiriannya untuk menjatuhkan sanksi. Mana yang benar? Waktu yang akan menjawabnya. Lagipula, presiden AS, Donald Trump, telah memberi angin segar pada Huawei.

"Mungkin saja Huawei akan dimasukkan dalam deal perdagangan. Jika kami membuat sebuah kesepakatan, aku bisa membayangkan Huawei bisa dimasukkan dalam bentuk atau bagian tertentu dalam deal perdagangan," sebut Trump.




Trump sebelumnya tetap bersikeras bahwa Huawei berbahaya. "Huawei melakukan sesuatu yang sangat berbahaya. Kalian lihat apa yang mereka lakukan dari titik pandang sekuriti, dari sudut pandang militer. Sangat berbahaya," klaim dia.

Mengenai bagaimana bentuk negosiasi dengan Huawei, Trump tak menjelaskan secara mendetail. "Masih terlalu awal untuk mengatakannya. Kami sangat khawatir tentang Huawei dari sudut pandang keamanan," tambah Trump.



Tonton juga video Donald Trump Kasih Kelonggaran untuk Huawei:

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/krs)