Jumat, 24 Mei 2019 19:38 WIB

Menghidupkan Mona Lisa Menggunakan Deepfake

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Screenshot YouTube Foto: Screenshot YouTube
Jakarta - Pernah dengar deepfake? Ya, deepfake adalah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang bisa membuat video ataupun audio palsu menggunakan referensi material yang sudah ada.

Lazimnya, deepfake perlu 'dilatih' menggunakan referensi materi yang cukup banyak. Seperti foto, video, dan suara yang lebih banyak. Semakin banyak materi referensinya, maka hasilnya akan semakin akurat.

Namun peneliti di AI Center milik Samsung baru-baru ini mengembangkan metode untuk melatih AI membuat animasi dengan referensi yang terbatas, yaitu hanya satu buah foto. Yang mengerikan adalah, hasilnya bisa sangat bagus dan cukup realistis, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (24/5/2019).




Peneliti bisa mengembangkan teknik ini dengan melatih AI-nya untuk menandai bagian-bagian tertentu dari wajah manusia. Seperti bentuk-bentuk wajah, mata, mulut, dan sebagainya, yang diambil database public yang berisikan 7000 wajah selebritas yang diambil dari YouTube.

Dari situ, AI bisa memetakan wajah dari sebuah foto dan membuatnya menjadi 'hidup'. Dalam percobaan yang sudah dilakukan, mereka bisa 'menghidupkan' Mona Lisa dari lukisan, lalu Albert Einstein, Marilyn Monroe, dan beberapa tokoh lainnya dari sebuah foto portrait yang ada.

Memang, seperti kebanyakan video hasil deepfake lainnya, perbedaannya dibanding video asli masih cukup terlihat. Yaitu dari artifak visual yang ada di sekitar wajah. Namun memperbaiki hal ini sepertinya lebih mudah ketimbang membuat Mona Lisa bisa terlihat bernafas layaknya manusia.

[Gambas:Youtube]

(asj/krs)