Walau demikian, siapa sangka hal tersebut justru menjadi jalan baginya untuk bertemu dengan sosok yang disebutnya menginspirasi. Ia adalah Miguel "Mike" Bezos, ayah tirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketabahan, determinasi, dan optimismenya menginspirasi," ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari CNBC, Jumat (17/5/2019).
Lantas, apa yang membuat Mike harus meninggalkan negara kelahirannya untuk merantau ke Negeri Paman Sam? Jeff mengatakan bahwa ayahnya dikirim oleh orang tuanya ke Amerika Serikat karena mereka merasa perlu melakukannya untuk melindungi dirinya saat Kuba dipimpin oleh Fidel Castro kala itu.
Selain sendiri dan memiliki kosakata yang sangat minim dalam Bahasa Inggris, Mike juga datang dengan modal pakaian yang sedikit. Ia hanya membawa tiga pasang celana, tiga kaus, tiga pasang celana dalam, dan sepasang sepatu.
Tak ketinggalan, ada juga mantel yang dibawanya. Jeff bercerita, ibu ayahnya membayangkan bahwa Amerika Serikat itu sangat dingin, maka dari itu ia membuatkan sebuah mantel untuk anaknya. Bahannya juga sangat sederhana, yakni terbuat dari kumpulan kain lap yang dijahit satu per satu.
Sesampainya di negara pimpinan Donald Trump itu, Mike tinggal di kamp Matecumbe yang ditujukan untuk para pengungsi. Lokasinya berada di Florida. Ia menetap di sana selama tiga pekan.
Kemudian, ia dikirm ke Wilmington, Delaware, untuk duduk di bangku sekolah menengah atas. Setelahnya, ia mendapat beasiswa untuk kuliah di Albuquerque, New Mexico. Di sana lah ia bertemu dengan Gise, ibu dari Jeff.
Jeff Bezos kecil dan Mike Bezos. Foto: Twitter/JeffBezos |
Keduanya menikah ketika usia CEO Amazon masih berusia 5 tahun. Butuh waktu sekitar lima tahun bagi Jeff kecil untuk mengetahui bahwa Mike bukan ayah kandungnya.
"Aku merasa bahwa ayahku memang dia. Aku tidak malu dengan kenyataan tersebut," kata Jeff.
(mon/fyk)
Jeff Bezos kecil dan Mike Bezos. Foto: Twitter/JeffBezos