Bukan rahasia lagi jika follower dan like menjadi 'kebutuhan' para influencer, brand dan selebgram. Di antara mereka, ada yang tidak mau repot dengan mencari cara instant, yakni dengan membeli follower dan like dan menciptakan interaksi palsu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan mengajukan gugatan ini, kami mengirimkan pesan bahwa aktivitas penipuan semacam ini tidak ditoleransi di platform kami. Kami akan bertindak untuk melindungi integritas platform kami," kata Jessica Romero, Director of Platform Enforcement and Litigation Facebook, seperti dikutip dari Newsroom Facebook, Senin (29/4/2019).
Berdasarkan apa yang tertera di berkas gugatan yang diajukan Facebook, raksasa jejaring menyebutkan bahwa para 'produsen' like dan interaksi palsu itu bisa meraup jutaan dolar.
Baca juga: Makin Seru, Instagram Luncurkan Stiker Kuis |
"Gugatan ini adalah langkah berikutnya dari proses kami yang terus berjalan untuk melindungi pengguna kami dan mencegah perilaku tidak otentik terjadi di Facebook dan Instagram," tutup Jessica.
