Senin, 22 Apr 2019 20:07 WIB

Presenter Robot di TV Rusia Bikin Heboh

Virgina Maulita Putri - detikInet
Robot presenter di TV Rusia. (Foto: Dok. Rossiya 24 via BBC) Robot presenter di TV Rusia. (Foto: Dok. Rossiya 24 via BBC)
Jakarta - Stasiun TV milik pemerintah Rusia, Russia 24, bikin heboh usai mengenalkan seorang robot sebagai presenter. Dalam siaran pertama, humanoid bernama Alex ini membawakan beberapa segmen berita seperti agrikultur, forum teknologi nuklir, dan keuangan mikro.

"Saya harus tekankan bahwa pada sebuah pameran inovasi teknologi, pahlawan utamanya adalah saya," kata Alex sambil tersenyum saat membawakan berita tentang konferensi kecerdasan buatan, seperti dikutip detikINET dari BBC, Senin (22/4/2019).




Alex merupakan robot yang dikembangkan oleh Promobot yang berpusat di kota Perm, Rusia. Kepala silikonnya dibentuk menyerupai figur co-founder Promobot, Alexei Yuzhakov.

Saat ini Alex hanya bisa menggerakkan wajah dan lehernya, tapi versi finalnya kelak diharapkan juga bisa membuatnya menggerakkan kaki dan tangan. Alex juga bisa menjawab pertanyaan dan bercakap-cakap menggunakan data yang diunggah ke otaknya.

[Gambas:Youtube]


Promobot mengatakan bahwa robot ini mulai diproduksi sejak tahun 2017 dan versi finalnya akan rampung tahun ini. Untuk mengembangkan robot itu, Promobot menghabiskan biaya 1 juta Rubel atau sekitar Rp 221 juta. Mereka mengklaim telah dapat pesanan 12 robot.

Akan tetapi, kehadiran Alex juga tak luput dari sambutan negatif dari publik Rusia. Netizen Rusia mengkritik berita yang dibawakan oleh Alex, yang disebut sebagai propaganda untuk menjelek-jelekkan aktivis oposisi, Ilya Yashin.

"Kenalan dengan presenter terbaru Russia 24, robot Alex. Kecerdasan buatan, talenta untuk propaganda dan generator berita palsu yang terintegrasi tersedia dalam kotak TV kalian," tulis seorang netizen Rusia di Twitter.




Sedangkan netizen lain mencemooh penampilan yang Alex. Ia menyebut paras si robot kelihatan sedikit berantakan dan punya ekspresi wajah yang aneh.

"Beberapa detik pertama hanya menimbulkan refleks ingin muntah. Tatapannya membeku seperti pecandu narkoba. Rasanya seperti benda mati," tulis netizen lainnya.

Ini bukan pertama kalinya teknologi mengganti manusia sebagai presenter berita. Beberapa bulan yang lalu, stasiun televisi China juga memperkenalkan presenter virtual yang berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).


(vim/krs)