Minggu, 14 Apr 2019 09:48 WIB

Pesawat Terbesar di Dunia Akhirnya Terbang Perdana

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Penerbangan perdana Stratolaunch. Foto: Reuters Penerbangan perdana Stratolaunch. Foto: Reuters
California - Pesawat terbesar di dunia yang dibuat oleh Stratolaunch akhirnya terbang perdana pada Sabtu (13/4/2019) kemarin. Stratolaunch adalah insiatif dari Paul Allen, mendiang pendiri Microsoft.

Pesawat berbobot 226,7 ton dengan lebar sayap 117 meter terbang perdana dari Mojave Air and Space Port di Mojave, California, Amerika Serikat. Penerbangan perdana itu berlangsung selama 150 menit, sampai akhirnya pesawat itu kembali mendarat dengan selamat.

Stratolaunch berbentuk unik karena mempunyai dua fuselage, dan ia didesain untuk terbang di ketinggian 35 ribu kaki. Setelah mencapai ketinggian itu, Stratolaunch bisa melepas roketnya untuk terbang ke luar angkasa.



Namun dalam penerbangan perdananya ini Stratolaunch tak menggunakan roket. Pesawat itu terbang sesuai harapan, mencapai kecepatan 175 mil per jam dan ketinggian 15 ribu kaki, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (14/4/2019).

Saat ini, pembuatnya sudah mendapat setidaknya satu pembeli, yaitu Northtrop Grumman, yang berencana untuk menggunakan Stratolaunch untuk meluncurkan roket Pegasus XL-nya ke luar angkasa.

"Ini adalah momen yang emosional bagi saya," ujar CEO Stratolaunch Jean Floyd.

Video: Pesawat Raksasa Besutan Pendiri Microsoft Akhirnya Terbang

[Gambas:Video 20detik]



Dalam penerbangan perdana ini kualitas handling pesawat itu diuji, dan pesawat itu terbang sesuai dengan harapan pembuatnya.

"Penerbangannya sendiri sangat halus, yaitu adalah hal yang kamu harapkan dalam penerbangan perdana. Terbangnya sangat mirip dengan yang sudah kami simulasikan dan prediksi," ujar Evan Thomas, pilot penguji pesawat tersebut.



Stratolaunch sendiri bukan tanpa hambatan dalam pengembangannya. Tiga bulan sebelum terbang perdana, mereka mem-PHK lebih dari 50 orang karyawan dan membatalkan pengembangan roketnya sendiri.

Pada awalnya, mereka berencana membangun sejumlah roketnya sendiri, termasuk sebuah pesawat luar angkasa. Namun rencana itu kabarnya berubah setelah meninggalnya Paul Allen, yang memulai Stratolaunch pada 2011. (asj/fyk)