Minggu, 14 Apr 2019 06:37 WIB

Kritik Pedas Bos JD.com: Karyawan Pemalas Berkembang Pesat

Virgina Maulita Putri - detikInet
Richard Liu. Foto: South China Morning Post Richard Liu. Foto: South China Morning Post
Beijing - Kontroversi yang terkait dengan budaya kerja di industri teknologi China semakin panjang. Setelah sebelumnya pendiri Alibaba, Jack Ma yang membela sistem kerja 996, kini pendiri dan CEO JD.com, Richard Liu yang memberi komentar.

Lewat akun WeChat pribadinya, Liu mengatakan makin banyak karyawannya yang jadi pemalas setelah perusahaannya berkembang pesat.

"JD dalam empat, lima tahun terakhir belum melakukan pengurangan karyawan, jadi jumlah staf tumbuh sangat pesat, jumlah orang yang memberi perintah berkembang, sedangkan mereka yang bekerja malah berkurang," tulis Liu seperti dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (14/4/2019).



"Malah, jumlah karyawan yang pemalas telah berkembang pesat. Jika ini terus berlanjut, JD tidak akan punya harapan! Pemalas bukan saudara saya!" sambungnya.

Liu menambahkan bahwa perusahaannya memang tidak menerapkan sistem 996 atau bahkan sistem 995. Tapi ia menuntut setiap pegawainya untuk terus bekerja hingga mencapai batas kemampuannya.

Liu pun mencontohkan saat baru saja mendirikan JD.com pada tahun 1998, ia selalu menyetel alarm untuk membangunkannya setiap dua jam sekali agar ia bisa memberikan layanan bantuan 24 jam kepada pelanggannya. Menurutnya, metode kerja yang ia lakukan tersebut merupakan sesuatu yang krusial dalam mendorong kesuksesan perusahaannya.

Juru bicara JD.com pun mengakui keaslianpostingan Liu tersebut. Mereka mengatakan bahwa kerja keras memang merupakan bagian dari budaya perusahaan.

"JD.com adalah tempat kerja kompetitif yang menghargai inisiatif dan kerja keras, yang konsisten dengan akar kewirausahaan kami," kata juru bicara JD.com.



"Kami akan kembali ke akar-akar itu saat kami mencari, mengembangkan dan menghargai staf yang memiliki rasa lapar dan nilai yang sama," sambungnya.

Kritik ini juga datang tidak lama setelah beredarnya rumor perusahaan e-commerce ini akan melakukan PHK massal hingga 8% dari seluruh tenaga kerja.

Tiga sumber dari perusahaan yang ditemui Reuters mengatakan bahwa JD.com mulai merumahkan karyawannya pada awal tahun dan beberapa minggu terakhir ini jumlah karyawan yang di-PHK semakin banyak. (vim/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed