Dikatakan pengamat media sosial (medsos) Enda Nasution menyebutkan, sebuah konten dihapus dari suatu layanan pastinya karena dianggap melanggar ketentuan layanan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enda mengingatkan bahwa pengguna sebenarnya bisa mengajukan keberatan jika konten mereka dihapus, agar lebih jelas, poin mana yang dilanggar oleh postingan mereka. Pengajuan keberatan ini dijelaskan Instagram di halaman Pedoman Komunitas.
"Instagram itu kan penggunanya banyak, di tiap negara berbeda-beda. Ada yang concern-nya agama, budaya dan lain-lain. Jadi kalau keberatan, bisa diajukan dan memberi feedback kepada Instagram. Dan Instagram pun akan menjelaskan alasan kenapa konten ini dihapus," urainya.
Berkaitan dengan semakin panasnya perang opini di ranah medsos, Enda berpesan agar di tahun politik ini semua orang bisa memanfaatkan medsos dengan cara yang baik.
"Semua orang menggunakan platform ini untuk memenangkan perang opini. Fokuslah pada yang sifatnya bisa mendapatkan dukungan dari voters, bukan malah postingan dan hashtag-hashtag yang cari masalah," tutupnya.
(rns/rns)