Senin, 08 Apr 2019 18:04 WIB

Bos Ponsel Ini Mau Beri Mayoritas Harta Buat Amal, Bukan Anak

Josina - detikInet
John Caudwell. (Foto: Dok. Caudwell) John Caudwell. (Foto: Dok. Caudwell)
London -
Kaya raya berkat kesuksesan jaringan toko ponselnya, pebisnis ini tidak mau serakah. Ia membuat keputusan untuk tidak memberikan seluruh hartanya kepada anak-anaknya melainkan sebagian besar hartanya akan disumbangkan untuk kegiatan amal.

Ia adalah John Caudwell, pendiri retail ponsel Phone 4U serta pebisnis properti di Inggris. John termasuk salah satu orang terkaya di negara kerajaan itu, dengan harta terkini menurut Forbes di kisaran USD 2,4 miliar.
"Saya tidak ingin anak-anak saya bangkrut, tetapi jika Anda meninggalkan anak-anak dengan seluruh kekayaan milik Anda, itu tidak dapat berdampak apapun untuk menyeimbangkan kembali kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin," ungkap John seperti dilansir detikINET dari Mirror.

Dari jumlah kekayaannya, pria yang menginjak usia 66 tahun ini akan menyumbang 70% untuk amal dan 30%-nya baru dibagikan secara rata untuk kelima anaknya yaitu Ribka (39 th), Libby (31 th), Rufus (23 th), Scarlett (17 th) dan Jacobi (15). Warisan itu tetap saja membuat anak-anaknya tidak akan kekurangan.

"Jika harta itu bernilai miliaran, bagaimana dengan memberikan sebagian besar dari itu dan meninggalkan ratusan juta untuk anak-anak? Mereka masih kaya raya, mereka juga masih bisa menghancurkan hidup mereka," tambahnya.
Bos Ponsel Ini Mau Beri Mayoritas Harta Buat Amal, Bukan AnakJohn dan pacarnya. Foto: Instagram
Ia mengatakan dengan meninggalkan anak-anak dalam keadaan begitu kaya akan memberikan dampak tidak baik. Bahkan mungkin dampak negatif itu akan berlanjut ke para cucu.

John Caudwell memang dikenal sebagai dermawan. Dia pernah menyumbang untuk yayasan yang didirikannya Caudwell International Children's Centre di Staffordshire, Inggris senilai USD 11 juta atau setara Rp 159 miliar. Yayasan ini memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus dan anak autisme.

Ia juga kerap mengajak rekan-rekan yang memiliki uang berlimpah untuk turut menyumbangkan uangnya sebagai amal.

"Orang-orang kaya harus berpikir sangat serius tentang memberikan sebagian besar dari uang mereka. Berikan beberapa ratus juta untuk anak-anak yang membutuhkan," ujarnya.

Caudwell juga mengklaim ia telah membayar pajak senilai 300 juta poundsterling selama 10 tahun terakhir. Hidupnya memang begitu makmur. Salah satu rumahnya di Staffordshire punya 50 kamar dan harganya 12 juta poundsterling.

Ia juga punya beberapa rumah mewah lain yang lebih tinggi harganya, termasuk di London dan Monaco yang ditempati pacar glamornya, Modesta Vezesniauskaite, mantan atlet sepeda asal Lithuania. Deretan mobil mewah, helikopter dan kapal pesiar pun jadi koleksinya.

Menilik riwayat hidupnya, Caudwell berasal dari keluarga sederhana di wilayah Stoke on Trent. Ibunya bekerja di kantor pos dan ayahnya bekerja di sebuah perusahan teknik. Sang ayah meninggal dunia saat ia masih remaja.

John dewasa pernah bekerja di pabrik ban dan juga menjual mobil bekas. Namun pada tahun 1980, dia mendirikan toko ponsel bernama Midland Mobile Phones yang akan mengubah hidupnya secara sangat drastis. Toko itu lantas berubah nama menjadi Phones4U.

Phones4u kemudian berkembang jadi 600 toko dan laku keras. Tapi John memutuskan untuk menjualnya pada tahun 2006. Sayangnya kemudian, Phones4u malah bangkrut.
(jsn/fyk)