Kamis, 04 Apr 2019 19:20 WIB

Go-Jek Cari Talenta Terbaik Lewat Go-Jek Collaboration Lab

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Go-Jek Indonesia Foto: Go-Jek Indonesia
Jakarta - Go-Jek menggelar acara Go-Jek Collaboration Lab atau Go-Jek Co-lab di Universitas Indonesia, Selasa (2/4/2019), yang diikuti lebih dari 350 mahasiswa.

Go-Jek Co-lab antara lain berisi acara pameran kerja, pengenalan kultur kerja perusahaan startup, hingga sesi belajar bersama melalui creative talk yang dihadiri oleh para senior manajemen Go-Jek.

"Dengan beragam program konkret yang lahir dari nota kesepahaman ini, kami berharap akan semakin banyak lagi anak bangsa yang terdorong untuk memanfaatkan teknologi dan berinovasi demi kemajuan bangsa. Ke-depannya, kami melihat potensi lain bagi kedua pihak untuk menjalin kerja sama, seperti melakukan digitalisasi ekosistem kampus melalui teknologi dan layanan Go-Jek, hingga pemberdayaan masyarakat dan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah di sekitar Universitas Indonesia," ujar Nila Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Go-Jek di acara tersebut, dalam keterangan yang diterima detikINET.




Go-Jek Co-lab sendiri diadakan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Go-Jek dan Universitas Indonesia (UI). Dalam nota kesepahaman tersebut, Go-Jek menggandeng UI untuk mengakselerasi sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar siap menghadapi era revolusi industri 4.0 dan persaingan global.

Kolaborasi strategis kedua belah pihak ini akan meliputi bidang akademis, pengembangan karir hingga penelitian terkait industri teknologi dan ekonomi digital. Salah satu dampaknya tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk belajar dengan talenta terbaik dan memberikan pengalaman bekerja di perusahaan teknologi kelas dunia.

"Sebagai perusahaan teknologi terdepan karya anak bangsa, kami melihat sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Kolaborasi dengan Universitas Indonesia ini merupakan kesempatan istimewa bagi kami untuk dapat bersama mengembangkan kompetensi anak bangsa jadi talenta global berdaya saing tinggi," ujar Nila di acara tersebut.

Inovasi teknologi, kata Nila, sekarang sudah merambah ke semua sektor dan memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Guna mengakselerasi dampak positif ini dibutuhkan talenta atau SDM lokal yang berkelas dunia.

"Dalam kolaborasi strategis dengan UI ini, kami berfokus pada pengembangan talenta yang meliputi program pembelajaran bersama, program magang khusus dan program perekrutan talenta prioritas dari Universitas Indonesia, hingga kolaborasi riset. Dengan berfokus pada pengembangan SDM, kami harap semakin banyak anak bangsa Indonesia yang berperan aktif dalam pemanfaatan teknologi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Kebutuhan talenta berketerampilan tinggi diperkirakan akan terus meningkat seiring meningkatnya perkembangan teknologi. Riset dari lembaga konsultasi internasional Korn and Ferry memperkirakan pada 2030 dunia akan membutuhkan 4,3 juta talenta berketerampilan tinggi, supaya revolusi digital bisa terus memberikan dampak positif bagi perekonomian dunia.

Dalam kesempatan yang sama Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof.Dr.Ir. Muhammad Anis, M. Met. memberikan apresiasi positif atas kerja sama ini. Menurutnya, Go-Jek tidak hanya perusahaan teknologi karya anak bangsa, tetapi juga memiliki visi yang sejalan dengan UI untuk terus berkontribusi bagi Indonesia terutama dalam mencetak talenta berkelas dunia.

"Kami melihat sendiri bagaimana Go-Jek dapat menggunakan teknologi untuk memberikan dampak sosial sehingga memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Semangat inilah yang saya harap juga dapat menginspirasi sivitas akademika UI khususnya para mahasiswa. Berkembangnya Go-Jek menjadi perusahaan kelas dunia juga menjadi bukti bahwa karya anak bangsa bisa bersaing, bahkan unggul, di kancah internasional," ujar Anis.

UI dan Go-Jek yang memiliki keunggulan masing-masing, dinilai Anis, dapat saling mengisi. UI sebagai perguruan tinggi terdepan di Indonesia memiliki tenaga pengajar yang berkualitas, kurikulum kelas dunia dan mahasiswa yang haus ilmu, sedangkan Go-Jek membawa keunggulan dalam penerapan teknologi dan inovasi serta lingkungan kerja internasional.

Pihak UI yakin dengan kolaborasi strategis ini lulusan universitas bisa siap kerja di era digital dan berkontribusi positif dalam pengembangan ekosistem ekonomi digital di Indonesia dan Asia Tenggara.


(asj/krs)