Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Google Rekrut Pegawai Lewat Kompetisi Programmer

Google Rekrut Pegawai Lewat Kompetisi Programmer


- detikInet

Jakarta - Meski bisa dibilang bukan cara cepat mencari pegawai. Setidaknya ajang kompetisi programmer yang diadakan Google bisa jadi acuan siapa yang akan direkrut jadi programmer baru Google.Marek Cygan, mahasiswa Polish University, telah memenangkan 'Google Code Jam' tahun ini. Google Code Jam merupakan kontes programmer yang diadakan tiap tahun oleh raksasa mesin cari tersebut. Tempat kedua diperoleh Erik-Jan Krijgsman, seorang mahasiswa Belanda yang kemudian diikuti Petr Mitrichev dari State University Moscow.Kompetisi ini membantu perusahaan untuk mencari programmer dengan kemampuan pemecahan yang baik untuk setiap masalah. Sekitar sepertiga dari 100 peserta akan mendapatkan kesempatan wawancara kerja.Jeff Huber, Vice President of Engineering Google menekankan, bagaimanapun juga pemenang kompetisi ini belum tentu dijamin mendapatkan pekerjaan di Google dan tetap harus mengikuti prosedur penyeleksian pegawai. "Cara ini merupakan perkenalan yang menarik buat para calon pegawai. Tetapi bukan jalan pintas," kata Huber.Untuk diketahui saja, Cygan mengalahkan 99 programmer lain dari 32 negara dan mendapatkan hadiah senilai US$ 10.000 (US$ 1 = Rp 10.300 Sumber : detik.com). Para kontestan tersebut diseleksi dari 14.500 peserta di seluruh dunia melalui internet.Di ajang ini, para programmer tersebut hanya memiliki waktu sebanyak 75 menit untuk memecahkan tiga masalah, dan hanya 10 menit untuk putaran final. Kontestan diperbolehkan untuk menggunakan bahasa pemrograman seperti Java, C++, C# atau VB.NET.Kontes sebelumnya mengharuskan peserta menciptakan aplikasi untuk menghitung jarak terpendek untuk keluar dari labirin, dan merancang aplikasi yang dapat menentukan kelompok besar orang yang mengenal satu sama lain dalam jaringan sosial.Permasalahan tersebut tidak dipilih secara acak, tetapi berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh Google sendiri. Misalnya, aplikasi untuk keluar dari labirin dengan secepat-cepatnya, tidak berbeda dengan komputasi arah yang digunakan dalam Google Maps. Dan serunya lagi, baru tahun ini ada peserta wanita yang sampai ke putaran final. Meskipun begitu, Google menolak berkomentar tentang penampilan dari Stefanie Leitzka, mahasiswi Jerman yang berhasil masuk ke babak final tersebut.Huber berharap partisipasi dari mahasiswi Jerman ini, memicu kaum wanita lain untuk memulai karir dalam ilmu komputer. Ia pun melanjutkan, jalan untuk mengurangi perbedaan yang terdapat di lapangan dan industri teknologi masih panjang. (ien/)







Hide Ads
LIVE