Senin, 01 Apr 2019 21:22 WIB

Menkominfo Mau Tinjau Lagi Program Literasi Digital, Kenapa?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Menkominfo Rudiantara. Foto: Agus Tri Haryanto/inet Menkominfo Rudiantara. Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Jakarta - Remaja Indonesia rupanya meningkatkan literasi digital mereka secara otodidak. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pun mengkritik hal itu dan meminta agar program literasi pemerintah ditinjau lagi.

"Kita harus lihat efektivitas dari sebuah program. Kita banyak upaya meliterasi digital masyarakat, salah satunya lewat Siberkreasi. Kita lihat tadi berapa persen yang lakukan otodidak. Artinya, apa yang kita lakukan itu belum sampai ," ujar Menkominfo di Jakarta, Senin (1/4/2019).

"Makanya, kita minta review semua program, mana yang efektif. Kalau yang efektif otodidak, ya sudah kita kerja sama dengan operator, karena masyarakat mengakses internet lewat ponsel," sambungnya.



Rudiantara mengatakan dilakukan tinjauan ulang program literasi ini bukan berarti program tersebut buruk. Melainkan, kata pria yang disapa Chief RA ini, review bertujuan untuk menemukan solusi efektif terkait peningkatan pemahaman soal internet ke masyarakat.

"Bukan gagal tapi improvisasi dan inovasi lagi. Ini bagian dari evaluasi diri kita," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya dalam riset dilakukan Siberkreasi di empat kota, di antaranya Bandung, Denpasar, Pontianak, dan Surabaya ditemukan bahwa remaja Indonesia sudah dalam taraf level 3 alias maju (advance).

Namun, riset ini dilakukan sejak September hingga November 2018 yang melibatkan 2.000 responden rentang umur 13-18 tahun ini justru memperlihatkan bahwa remaja RI kebanyakan dibekali pengetahuan teknologi secara otodidak.

Siberkreasi menemukan bahwa responden dari empat kota tersebut mayoritas pengetahuannya secara otodidak, yaitu Bandung sebesar 74,6%, Denpasar 62%, Pontianak 72%, dan Surabaya 57%.

Sedangkan, pengetahuan literasi digital dari keluarga ada di nomor berikutnya setelah otodidak. Adapun bersumber dari teman dan sekolah di jadi pilihan terakhir dari responden.

(agt/fyk)