Sabtu, 30 Mar 2019 15:25 WIB

Pelajaran Penting Nasib Kodak dan Fujifilm buat Startup

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Granyos Zafna/detikINET Foto: Granyos Zafna/detikINET
Jakarta - Dalam memberi penilaian di acara Thinkubator, CEO Tokopedia William Tanuwijaya menyebut startup harus bisa berevolusi. Ia mencontohkan nasib Kodak vs Fujifilm.

Menurut William Tanuwijaya, startup mesti bisa lebih berhati-hati ketika pasar mulai berubah. Ia mengatakannya saat menilai Ngorder, startup yang membantu UKM yang berbisnis online lewat media sosial.

"Bisnis kamu punya risiko yang sangat besar karena kamu sangat tergantung pada social media platform," kata William saat acara live pitching Thinkubator Startup Competition di Studio 1 Trans TV, Jakarta, Jumat (29/3/2019) malam WIB.




"Di mana ketika social media platform tersebut berubah menjadi social e-commerce platform di mana yang sudah terjadi di Amerika Serikat bisnis kamu bisa hilang begitu saja," sambungnya.

Pelajaran Nasib Kodak dan Fujifilm buat StartupFoto: Granyos Zafna/detikINET

Atas pernyataan itu, William lantas mengambil contoh yang terjadi pada persaingan bisnis Kodak dan Fujifilm di masa lalu. Pada tahun 2000, sebelum era kamera digital, kedua perusahaan ini memfokuskan bisnisnya pada film dan penjualan peralatan post-processing.

Bisnis ini mampu memberikan mayoritas pendapatan bagi Kodak dan Fujifilm, masing-masing sebesar 72% dan 60%. Tapi ketika era kamera digital datang, nasib keduanya pun berubah.




Walaupun keduanya sama-sama berevolusi mengikuti pasar dan memproduksi kamera digital, tapi bisnis kamera digital Kodak justru membuat perusahaan rugi dan akhirnya mereka sempat bangkrut pada tahun 2012. Sementara Fujifilm justru melakukan diversifikasi bisnis dan merambah bisnis lain, seperti kecantikan, farmasi, bahkan mereka memproduksi panel LCD.

Maka jika startup tidak mampu mengikuti perkembangan zaman dan berevolusi, kata William, bukan tidak mungkin mereka bisa bernasib sama seperti Kodak. Jika mampu melakukan sebaliknya, startup itu akan mengikuti jejak Fujifilm.

"Jadi di sini kamu harus benar-benar belajar dari pengalaman Kodak melawan Fujifilm, harus bisa berevolusi," jelas William. "Kalau kamu tidak bisa evolusi, kamu akan jadi seperti Kodak, kalau kamu bisa evolusi kamu akan menjadi seperti Fujifilm."


(vim/krs)