Kamis, 28 Mar 2019 18:13 WIB

Tips Pindahkan Bisnis Konvensional Jadi Online

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta - Ekonomi digital di Indonesia saat ini sedang booming. Salah satunya didorong dengan makin banyaknya startup serta e-commerce yang berkembang pesat di dalam negeri.

Bisnis konvensional pun mulai banyak yang beralih ke bisnis digital. Tapi menurut Yasa Singgih, pendiri Men's Republic, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin berpindah ke bisnis digital.

"Jadi e-commerce memang tough business. Jadi menurut saya lihat dulu kompetitornya siapa saja," kata Yasa saat mengisi Thinkubator Startup Competition di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (28/3/2019).




"Kita bisa nggak compete sama dia bisnis modelnya? Kalau bisa ya stay saja sama business model yang ada," sambungnya.

Yasa pun mengambil contoh dari pengalaman sendiri saat mendirikan perusahaannya. Ketika memutuskan ingin berjualan sepatu secara online pada tahun 2014, ia melihat dulu bagaimana pasar sepatu lokal yang berjualan online.




Saat itu ia bingung apakah melanjutkan bisnisnya dengan hanya menjual brand-nya sendiri atau membuka marketplace dan menjual brand lain. Tapi Yasa sadar jika membuka marketplace maka ia akan bersaing dengan e-commerce besar seperti Zalora. Sedangkan brand sepatu lokal yang sudah online saat itu masih belum banyak.

Video: Cara Startup Donor Darah Dapat Keuntungan Bisnis

[Gambas:Video 20detik]



"Waktu itu saya lihat adalah pemain lokal brand sepatu di Indonesia itu belum banyak. Dan saya rasa ini sebuah peluang," kata Yasa.

"Kalau saya jual brand lain masuk ke brand saya juga, akhirnya saya akan compete sama Zalora. Dan saya ga mungkin menang compete sama Zalora," pungkasnya.


(vim/krs)