Rabu, 20 Mar 2019 16:43 WIB

Thinkubator: Berguru ke 'Pak Tani di Farmville'

Ardhi Suryadhi - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Penikmat game mungkin sudah tidak asing dengan Farmville. Nah, pengalaman bermain game bercocok tanam itulah yang ingin disodorkan iGrow.
iGrow merupakan platform untuk membantu petani lokal, lahan yang belum optimal diberdayakan, dan para investor penanaman untuk menghasilkan produk pertanian berkualitas tinggi.

Startup ini coba menghubungkan petani, pemilik tanah, investor penanaman, dan pembeli produk pertanian untuk bersama-sama menciptakan penanaman.

Agar lebih diterima pasar, iGrow bakal mengidentifikasi tanaman yang punya kebutuhan tinggi di pasar, stabilitas harga dan karakteristik yang baik, lalu menghubungkan petani dan lahan yang bisa dipergunakan.

"Kemudian kami membuka peluang pembiayaan penanaman kepada kaum urban," lanjut keterangan iGrow di situsnya.

Nah, yang menarik di sini adalah iGrow coba memberikan pengalaman seperti bermain game 'Farmville' bagi para investor penanaman sehingga mereka tidak hanya bisa melihat investasi mereka, tapi juga bisa merasakan senangnya menumbuhkan dan melihat perkembangan tanaman yang mereka danai melalui platform iGrow.

CEO dan co-founder iGrow Andreas Senjaya sendiri dijadwakan bakal mengisi sesi workshop dalam acara Thinkubator pada 28 Maret 2019 mendatang.

Thinkubator sendiri merupakan kompetisi startup berhadian total Rp 3 miliar yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Grab pun menyambut baik imbauan ini dan menjadi Official Mobile Platform Partner

Lewat Thinkubator, pelaku startup berkesempatan mendapat bimbingan dan ilmu baru dari para praktisi startup dari berbagai bidang dalam suatu konferensi, diskusi dan workshop.

Thinkubator: Berguru ke 'Pak Tani di Farmville'Foto: Istimewa


Selain Andreas, Thinkubator juga menghadirkan petani di era digital lainnya. Yakni Dian Prayogi Susanto, CEO Habibi Garden.

Sedikit berbeda gaya bisnis dengan iGrow, Habibi Garden adalah perangkat pertanian yang memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan tanaman Anda.

Sehingga para petani tahu kapan harus memberi makan tanaman dengan jumlah yang tepat dari dosis berdasarkan data real time lingkungan tanah yang diambil. Petani pun dapat memantau kondisi tanaman di mana saja kapan saja langsung dari smartphone.

Ujung-ujungnya hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan mengurangi kemungkinan kegagalan panen.

Intinya, Habibi Garden coba menanam benih layanan internet of things (IoT) di tanaman. Caranya dengan memanfaatkan sensor realtime terhadap intensitas cahaya, kelembaban, kelembaban, dan tanaman nutrisi.

Perangkat ini kemudian mengumpulkan informasi dan mengolahnya sehingga mereka dapat memberitahu petani dan menunjukkan beberapa informasi yang berguna tentang tanaman.

Bagaimana, menarik kan profil kedua startup pak tani di era digital ini? Jadi kalau mau ingin berguru ke mereka langsung saja daftarkan startup-mu di Thinkubator paling lambat 21 Maret 2019 pukul 12.00 siang! Informasi pendaftarannya bisa dilihat di sini. (ash/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed