Selasa, 19 Mar 2019 16:25 WIB

Operator Telko New Zealand Blokir Situs yang Tak Hapus Video Penembakan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Lokasi penembakan masjid di New Zealand. (Foto: Reuters) Lokasi penembakan masjid di New Zealand. (Foto: Reuters)
Wellington - Setelah insiden penembakan di dua masjid di Christchurch minggu lalu, para operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet (ISP) New Zealand (Selandia Baru) meminta situs-situs untuk menghapus video yang terkait dengan insiden tersebut. Beberapa situs yang masih nakal langsung diblokir.

ISP di New Zealand bekerja sama untuk menetapkan blokir ini. Seperti yang dilakukan oleh Vodafone yang bekerjasama dengan perusahaan lain seperti Spark, 2Degrees, dan Vocus untuk mengidentifikasi dan memblokir akses situs yang menyebarkan video tersebut.

"Dalam hal berapa lama blokir ini ditetapkan, ini adalah diskusi yang sedang berlangsung di industri yang saat ini kami kerjakan dengan lembaga lain untuk membantu membangun solusi jangka panjang," kata juru bicara Vodafone kepada Mashable, seperti dikutip detikINET, Selasa (19/3/2019).




Situs yang kedapatan menayangkan video tersebut pertama akan diblokir sementara. Pihak ISP kemudian memberikan notifikasi kepada situs untuk menghapus konten.

Jika mereka menuruti permintaan tersebut, maka blokir akan dicabut. Tapi jika tidak maka situs akan diblokir sampai waktu yang tidak ditentukan. Situs yang telah diblokir ISP New Zealand antara lain 4chan, 8chan, LiveLeak dan Mega.




Sedangkan platform seperti Facebook dan YouTube tidak dikenakan pemblokiran. Tapi kedua platform tersebut terus berupaya untuk menghapus semua video penembakan, seperti Facebook yang telah menghapus 1,5 juta video dalam 24 jam setelah insiden.

Selain di New Zealand, ISP di Australia juga menerapkan blokir serupa. Telstra, pada hari Senin (18/3) kemarin, mengumumkan bahwa mereka mulai memblokir sementara situs yang menampilkan cuplikan video serangan teroris di New Zealand.

"Kami menghargai perlunya memastikan kebebasan berpendapat diseimbangkan terhadap perlindungan komunitas - tetapi dengan situs-situs ini terus meng-host konten yang menggelisahkan kami merasa memblokir mereka adalah hal yang benar untuk dilakukan," tulis Telstra dalam keterangan resminya.




(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed