Jumat, 15 Mar 2019 20:11 WIB

Soal Potensi Ancaman Peretasan ke Situs KPU, BSSN: Aman!

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Dok. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal Foto: Dok. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Jakarta - Menjelang Pilpres 2019, situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) kerap jadi sasaran peretasan. Bagaimana Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam melihat situasi ini, mengingat BSSN adalah 'benteng siber' bagi Indonesia.

Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk melakukan langkah mitigasi dari serangan siber tersebut.




Melalui satgas itu, BSSN akan menyampaikan laporan yang bersangkutan kelemahan sistem dan potensi ancaman yang dihadapi KPU.

"Kita tahu bahwa KPU adalah lembaga penyelenggara pemilu yang independen dan kami sudah melakukan langkah-langkah dan membentuk tim untuk pengamanan ini," ujar Syahrul di kantor BSSN, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Syahrul pun mengibaratkan KPU sebagai sebuah rumah, di mana BSSN berada di luar rumah tersebut dengan menyiapkan penjaga, membuat teralis besi untuk jendela dan pintu, hingga memasang CCTV.

"Melihat orang yang lalu lalang di sekitar rumah itu. Itu yang kami lakukan sekarang. Kalau ada di dalam rumah itu ada siapa saja, kami harus minta izin dulu dengan pemilik rumah," ungkap dia.

Sejauh ini, BSSN melihat bahwa website KPU sampai tanggal 17 April 2019, waktu berlangsungnya pemilihan umum legislatif dan presiden serentak, dinyatakan aman.

"KPU selalu koordinasi dengan kami. Pada saat ini kondisinya siap untuk melaksanakan proses kegiatan umum 17 April nanti. Fungsi dari kami adalah terus mengawal, kalau dari luar tetap menjaga independensi dari KPU," kata Direktur Deteksi Ancaman Deputi I BSSN Sulistyo.




"Perihal isu-isu lain berkaitan KPU diretas dan sebagainya, itu terus dimitigasi dan terus diperbaiki," pungkasnya. (rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed