Belajar dari Syahrini dan Luna Maya Hadapi Tekanan Netizen

Kolom Telematika

Belajar dari Syahrini dan Luna Maya Hadapi Tekanan Netizen

Hariqo Wibawa Satria - detikInet
Kamis, 07 Mar 2019 17:01 WIB
Syahrini menikah dengan Reino Barack. Foto: Instagram
Jakarta - Setelah melangsungkan pernikahan dengan Reino Barack pada Rabu (27/2), Syahrini dituduh sebagian netizen sebagai pelaku 'teman makan teman'.

Berbagai sindiran dialamatkan kepadanya. Apakah Syahrini terganggu dengan sindiran teman makan teman? Atau sebaliknya, justru Luna Maya yang tersindir oleh tagar #SyahriniReinoSatuAtap yang menjadi trending topic saat itu?

Mencermati hal ini, penulis menilai kedua figur sudah teruji menghadapi berbagai tekanan. Luna Maya pernah mengalami suatu fase dalam hidupnya, di mana hampir seluruh orang menyayangkan perbuatannya. Namun dia sukses melalui ujian berat itu.

Demikian juga Syahrini, ia pernah dituduh menerima sesuatu dari seorang koruptor, dihina fisiknya yang kurang tinggi, tetapi Syahrini juga berhasil melalui rintangan itu dengan baik.



Hater is true lover adalah resep Syahrini menghadapi mereka yang memberikan komentar negatif bahkan membullynya lewat media sosial.

Sepanjang 1 Februari 2019-4 Maret 2019, popularitas Syahrini di Google sangat tinggi, disusul Reino Barack dan Luna Maya.

Apa yang ditulis Luna Maya di Instastory serta pernikahan Luna Maya dan Reino Barack juga berhasil menginterupsi dominannya pembicaraan tentang Pilpres dan Pileg 2019.

Hubungan fans dan idola

Hubungan antara fans atau penggemar dan idola mengalami perubahan besar dengan kehadiran internet. Jika dulu penggemar hanya dapat melihat idolanya di TV, koran dan mendengar suaranya lewat radio, kaset, dan lain-lain, sekarang sosok idola itu telah hadir di ponsel mereka, sehingga kapanpun bisa dinikmati. Ini melahirkan engagement dan ikatan bahkan rasa memiliki.

Jika kita lihat apa yang diunggah Syahrini dan Luna Maya di medsos serta artis lainnya, sebenarnya lebih banyak pasif, misalnya foto sendiri, menggunakan model pakaian terbaru.

Jarang mereka mengunggah konten yang mendorong partisipasi. Namun dengan konten monolog begitu, tetap saja dibanjiri komentar penggemarnya.



Ini menarik, meskipun terkadang para artis terganggu dengan satu komentar negatif, dibanding bersyukur terhadap ribuan komentar positif.

Sejauh ini, yang ramai adalah penggemar dan beberapa orang di lingkaran Syahrini dan Luna Maya. Sedangkan Luna Maya dan Syahrini hingga saat ini masih mampu mengendalikan diri.

Tidak ada kata-kata kasar dari keduanya apalagi melabeli orang yang sedang tidak disukai dengan nama hewan seperti yang dilakukan beberapa politisi menjelang 17 April 2019.

Untuk menjadi idola, seseorang dituntut untuk tidak mudah marah, baik marah kepada diri sendiri, apalagi kepada penggemar yang dengan sukarela terus mendukung mereka. Sejauh ini Luna Maya dan Syahrini mampu melakukannya.


*) Hariqo Wibawa Satria adalah Direktur Eksekutif Komunikonten, sebuah institut media sosial dan diplomasi yang menyuarakan pentingnya membuat konten yang konstruktif. (rns/rns)