Jumat, 01 Mar 2019 12:45 WIB

Penyaring Konten Mengerikan Facebook Ngaku Digaji Murah

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: istimewa Ilustrasi. Foto: istimewa
Hyderabad, India - Facebook mempekerjakan banyak orang untuk menyaring konten tidak pantas di jejaring sosialnya. Selain di Amerika Serikat, ada juga di India. Beberapa karyawan mengutarakan keluhannya karena pekerjaan semacam itu tak semudah yang dibayangkan.

Banyak user tak bertanggungjawab memajang konten cabul atau kekerasan di Facebook dan anak perusahaannya, Instagram. Di hari yang sibuk, karyawan bisa melihat sampai 2.000 konten tidak pantas dalam 8 jam kerja.

Dikutip detikINET dari Reuters, mereka adalah bagian dari 1.600 karyawan Genpact, perusahaan outsource di Hyderabad yang dikontrak Facebook buat menyaring konten.




Tujuh pegawai kontrak dalam wawancara dengan Reuters menyatakan dibayar kurang, mengalami stress, bahkan kadang trauma. Mereka berusia 20-an tahun dan menolak disebut identitasnya karena takut dipecat. Tapi akhirnya, 3 dari 7 karyawan itu belakangan keluar.

"Saya melihat karyawan wanita tersedu di lantai, trauma menyaksikan bunuh diri real time," kata seorang mantan karyawan. Dia menyaksikan hal semacam itu sebanyak 3 kali.

Ada beberapa bagian review, misalnya unit 'kontra teroris' menyaring konten seperti pengeboman atau penyiksaan. Sedangkan bagian 'merusak diri sendiri' mereview konten seperti bunuh diri yang disiarkan langsung. Kadang mereka coba melapor agar bunuh diri itu bisa dicegah, tapi tak selalu sukses.

Hal itu menggambarkan besarnya tantangan yang dihadapi Facebook untuk mengendalikan konten yang diposting 2 miliar penggunanya. Bos Facebook juga pernah mengatakan moderator konten dibayar memadai dan punya perangkat untuk mempermudah tugas mereka, tapi kenyataannya tak seperti itu.

"Kami sangat memperhatikan hal ini agar menjadi lebih baik. Termasuk dengan melatih reviewer, perbaikan perekrutan, sumber daya yang kami sediakan bagi mereka," kata Ellen Solver, Vice President Facebook. Tapi Facebook membantah mereka dibayar rendah.

Pegawai junior Genpact menurut Reuters dibayar USD 1.404 per tahun di India atau cuma sekitar USD 6 per hari. Tapi menurut Facebook, gaji itu masih ditambah benefit lain sehingga jumlahnya lebih tinggi.

Facebook bekerjasama setidaknya dengan 5 perusahaan outsource di 8 negara untuk menyaring konten. Silver mengatakan ada sekitar 15 ribu pegawai kontrak maupun pegawai Facebook yang melakukan review postingan.




Di Amerika Serikat, ada perusahaan bernama Cognizant yang ditugasi Facebook untuk mengawasi konten berbahaya. Para karyawannya pun berkisah bagaimana berat sebenarnya pekerjaan tersebut, terutama secara emosional.

Cognizant menyediakan konselor jika karyawan membutuhkan dukungan psikologis, juga komunikasi telepon, yoga, dan terapi lainnya. Seandainya karyawan merasa terlalu tertekan, mereka juga diizinkan meninggalkan meja untuk sementara.

Tapi dukungan itu hanya tersedia selama mereka masih bekerja. Padahal, beberapa mantan karyawan mengaku masih mengalami trauma, jauh setelah mereka berhenti dari sana. (fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed