Selasa, 19 Feb 2019 18:13 WIB

'Pengkhianatan' Facebook pada WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
Halaman 1 dari 3
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - WhatsApp dibeli Facebook tepat 5 tahun lampau. Kala itu, Jan Koum dan Brian Acton selaku pendirinya ikut bergabung dengan perusahaan milik Mark Zuckerberg itu. Ada pula janji yang mereka dengungkan, bahwa WhatsApp akan tetap independen dan tanpa iklan

"WhatsApp akan terus beroperasi secara independen dari kantor pusat di Mountain View. Takkan pernah ada kemitraan antara kedua perusahaan kami jika kami harus berkompromi pada prinsip-prinsip inti yang akan selalu mendefinisikan perusahaan kami, visi kami dan produk kami," tegas Koum ketika itu.




Koum memang dikenal anti iklan. "Tiada yang lebih personal dari komunikasi yang Anda lakukan dengan teman dan keluarga, dan menginterupsi hal itu dengan iklan bukan solusi yang tepat," tutur Koum.

Hal senada juga dikatakan Mark Zuckerberg. Facebook berjanji, WhatsApp bakal tetap beroperasi secara independen dan menggunakan brand yang sudah dirintisnya.




"WhatsApp adalah jalan kami untuk menghubungkan dengan 1 miliar orang. Memang membutuhkan waktu yang tak sebentar, tapi saya bergembira dengan kerjasama dengan dia dan timnya untuk membuat dunia lebih terbuka dan terhubung," katanya melalui pernyataan resminya.

Awalnya, semua memang baik-baik saja. Tapi tentu pihak Facebook tidak ingin investasinya membeli WhatsApp senilai USD 19 miliar sia-sia. Percuma jika pengguna begitu banyak, tapi tidak menghasilkan uang, mungkin begitu pemikiran mereka.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed