Kamis, 31 Jan 2019 14:25 WIB

Kominfo, Bawaslu, dan KPU Siap Beraksi Tangkal Hoax Pilpres

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan penandatangan Memorandum of Action (MOA) terkait upaya menangkal penyebaran hoax di internet secara khusus di tahun politik saat ini.

"Hari kita menandatangani lagi Memorandum of Action (MOA) bukan lagi Memorandum of Understanding (MOU), karena kalau MOU itu hanya untuk saling pengertian. Yang sekarang itu MOA, langkah-langkah aksi," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di Hall Basket GBK, Jakarta, Kamis (31/1/2019).




Sebelumnya, ketiga pihak telah melakukan kerja sama pada Pilkada Serentak 2018. Sama seperti kerja sama terdahulu, saat ini mereka sudah menegaskan kesiapan untuk beraksi menangkal hoax di pesta demokrasi yang lebih besar lagi, yakni Pileg dan Pilpres serentak pada tanggal 17 April 2019.


Kominfo, Bawaslu, dan KPU Siap Beraksi Tangkal Hoax PilpresFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET


"Bahwa kita ajak sama-sama semua masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya nanti pada tanggal 17 April 2019. Menuju ke sana banyak hal yang dilakukan, terutama penyebaran hoax," ungkap Menkominfo


Tonton video: Tak Mau Kalah dengan Akun Gosip, Kominfo Bikin Lambe Hoaks

[Gambas:Video 20detik]



"Kominfo makin proaktif. Kominfo setiap hari mengeluarkan laporan hoax apa saja, bisa berkaitan dengan pemilu untuk pileg, pilpres, maupun yang tidak berkaitan dengan pemilu. Sebab, hoax itu jahatnya sama," tutur pria yang akrab disapa Chief RA itu.




Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan bahwa ketiga pihak memang sama-sama ingin melanjutkan kerja sama yang sudah terjalin dalam mewujudkan pesta demokrasi yang positif.


Kominfo, Bawaslu, dan KPU Siap Beraksi Tangkal Hoax PilpresFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET


"Persoalan hoax, ujaran kebencian, fitnah dalam kampanye adalah racun dan virus demokrasi yang merusak demokrasi. Maka, perlu kita lawan bersama," kata Abhan.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman menuturkan bahwa kelak akan banyak aktivitas yang makin nyata untuk menangkal dan melawan apapun yang mungkin bisa menjadi virus penganggu jalannya pemilu.

"Kegiatan semacam ini akan terus kita sebarkan, bukan hanya berhenti di tingkat pusat, karena penyebaran hoax kalau tidak tersebar di pusatnya itu saya lihat disebarkan di kampung-kampung kecil. Maka, saya akan meminta KPU provinsi dan kabupaten/kota untuk bekerja sama dengan berbagai pihak," kata Arief.

(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed