Kamis, 31 Jan 2019 10:22 WIB

Huawei: Berseteru dengan AS, (Berharap) Hidup Damai di India

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: David Becker/Getty Images Foto: David Becker/Getty Images
Jakarta - Dalam beberapa waktu belakangan, Huawei terus terlibat konflik dengan Amerika Serikat. Mulai dari penangkapan Meng Wanzhou, CFO Huawei, hingga dicekalnya perusahaan asal China tersebut dalam menggelar teknologi 5G.

Untuk hal yang disebutkan terakhir, AS bukan satu-satunya negara yang memberlalukannya. Britania Raya, Kanada, Australia, Selandia Baru, sampai Jepang pun memblokir Huawei untuk menjadi penyedia teknologi 5G di sana.

Di tengah-tengah penolakan tersebut, India jadi negara yang mungkin bisa memberikan Huawei kedamaian hidup. Pasar smartphone terbesar kedua di dunia setelah China itu masih membuka dirinya untuk bekerja sama dengan Huawei dalam mengembangkan 5G.



Hal tersebut tampak dari kedatangannya ke Negeri Gangga pada Desember lalu. Saat itu, pemerintah setempat mengundang Huawei untuk ikut serta dalam uji coba 5G di lapangan bersama sejumlah perusahaan lain seperti Nokia, Samsung, dan Ericsson, sebagaimana detikINET kutip dari CNBC, Kamis (31/1/2018).

Amitendu Palit, ahli kebijakan perdagangan dan ekonomi dari National University of Singapore, mengatakan bahwa teknologi 5G yang dimiliki oleh Huawei dapat menguntungkan India. Salah satunya lantaran harganya yang seharusnya lebih murah dibanding pemain luar negeri lainnya.

Pemerintahan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi ini berencana untuk beralih dari 4G menjadi 5G pada 2020 mendatang. New Delhi, ibu kota India, juga berencana untuk melakukan lelang spektrum 5G kepada sejumlah provider lokal, walau para pemain seperti Vodafone Idea dan Bharti Airtel ingin hal tersebut ditunda sampai 2020.

Potensi Campur Tangan AS di India

Sayangnya, usaha Huawei untuk bernapas lega di India bisa jadi akan diusik oleh, lagi-lagi, Amerika Serikat. Hal ini terkait dengan proses hukum yang sedang dijalani oleh Meng Wanzhou.

"India tidak akan terlepas dari dampak perang teknologi antara Amerika dan China. Dengan pemerintah AS memburu Huawei, perhatian pemerintah India terhadap perusahaan tersebut akan lebih ketat," ujar C. Raja Mohan, analis kebijakan luar negeri India.

Negeri yang dikenal dengan Taj Mahal ini merupakan pemain krusial bagi AS dalam menggoyang dominasi China di Asia. Selain itu, keduanya merupakan sekutu di bidang pertahanan.

Terlebih, India juga sempat punya masalah dengan Huawei. Pada 2014 lalu, negara tersebut melakukan investigasi terhadap perusahaan itu, yang dituding membajak jaringan Bharat Sanchar Nigam, salah satu provider di sana, dengan klaim tersebut dibantah oleh Huawei India.

Hal itu berakar dari keputusan pemerintah dalam memblok para pemain telekomunikasi lokal untuk mengimpor perlengkapan dari China. Hal tersebut terkait dengan ketakutannya terhadap potensi spionase yang dilakukan oleh Negeri Tirai Bambu.



Meski demikian, di tengah-tengah perlawanan sejumlah negara terhadap Huawei, Mohan mengatakan India harus meninjau ulang argumen lamanya itu. Lebih lanjut, India mungkin harus melihat Huawei dengan sudut pandang baru dalam menjalin kerja sama dengannya.

Semoga saja Huawei bisa hidup dengan damai di India. Kalau mau mencari damai (baca: Damai), ya salah satunya memang ke sana, karena itu merupakan nama daerah di Bengal Barat, India. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed