Jumat, 11 Jan 2019 19:00 WIB

MacKenzie, Wanita Cerdas dan (Mungkin) Calon Terkaya Sejagat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jeff Bezos dan MacKenzie. Foto: Reuters Jeff Bezos dan MacKenzie. Foto: Reuters
Jakarta - MacKenzie Bezos mungkin akan jadi wanita terkaya di dunia setelah bercerai dengan Jeff Bezos. Walau mungkin cukup disayangkan mereka tak dapat mempertahankan rumah tangganya yang sudah bertahan selama 25 tahun.

MacKenzie berasal dari California dan sama seperti Bezos, alumni universitas bergengsi Princeton. Di situ, dia pernah menjadi asisten novelis Toni Morrison yang terkenal karena pernah menang Pullitzer serta Nobel.

"MacKenzie adalah salah satu murid terbaik di kelas penulisan kreatifku, sungguh salah satu yang terbaik," kata Morrison yang dikutip detikINET dari USA Today.




Ya, MacKenzie sangat suka dan ahli menulis, khususnya fiksi. Debut novelnya berjudul 'The Testing of Luther Albright' terbit tahun 2005. Lalu novel keduanya yang berjudul 'Traps', lahir di tahun 2013. Keduanya meraih pujian dari kritikus.

Setelah lulus kuliah, MacKenzie melamar kerja di perusahaan investasi D.E Shaw dan pewawancara pertamanya adalah Bezos. Di situlah mereka bertemu. MacKenzie langsung tertarik dengan sosok Bezos dan mengajaknya kencan.

MacKenzie, Wanita Cerdas dan (Mungkin) Calon Terkaya SejagatMacKenzie muda. Foto: Dok. Getty Images, Vogue


"Tempat kerjaku dekat dengannya dan sepanjang hari aku mendengarkan tawanya yang luar biasa. Bagaimana bisa tidak jatuh cinta dengan tawa itu?" sebut MacKenzie.

Mereka lalu menikah pada tahun 1993. Keluarga ini sebenarnya sudah mapan karena Bezos punya posisi Vice President di D.E Shaw. Tapi Bezos tidak ingin terjebak zona nyaman dan bermimpi punya bisnis sendiri.

Tahun 1994, Bezos pun rehat sejenak melakukan perjalanan dari New York ke Seattle, dan menulis ide bisnis Amazon. Setelah berbagai pertimbangan, Bezos pun memantapkan hatinya membangun Amazon dan keluar dari pekerjaannya yang sudah bagus. Modalnya nekat, bondo nekat.




MacKenzie ternyata mendukungnya penuh. MacKenzie mempersilakan suaminya mengikuti passion-nya walaupun harus meninggalkan pekerjaannya yang prestisius. Mereka pindah ke Seattle dan mendirikan Amazon.

MacKenzie pun menjadi salah satu pegawai pertama Amazon. Singkat cerita, Amazon sukses besar, menjelma menjadi toko online raksasa dan terkenal.

Pernikahan itu dikaruniai 4 anak, seorang merupakan anak adopsi. MacKenzie bersungguh-sungguh membesarkan mereka dan rehat dari menulis novel. "Setelah anak ketiga, aku tahu tidak bisa menjadi orang tua yang kuinginkan jika terus menulis. Tahun-tahun itu sangatlah sibuk," ujarnya.

Tahun 2014, MacKenzie mendirikan organisasi anti bullying bernama Bystander Revolution dan menjadi Executive Director.




Rumah tangga itu kelihatannya baik-baik saja. MacKenzie dan Bezos sering tampil bersama dan selalu kelihatan serasi. Tapi mendadak, mereka mengumumkan akan bercerai tanpa menyebutkan alasannya.

Jeff Bezos telah menjadi orang terkaya, hartanya di kisaran USD 137 miliar. Ada kemungkinan MacKenzie akan mendapatkan separuh dari jumlah itu, berpotensi menjadikannya sebagai wanita paling berharta di Bumi.

"Semakin MacKenzie bisa menunjukkan kontribusinya dalam mendukung Bezos menjadi pebisnis hebat, semakin bisa dia berargumentasi untuk mendapatkan persentase besar," sebut Emily Pollock, seorang pengacara perceraian.


(fyk/krs)