Kamis, 20 Des 2018 16:19 WIB

Kata Richard Branson soal Teknologi Akan Batasi Lapangan Kerja

Fino Yurio Kristo - detikInet
Richard Branson. Foto: Getty Images Richard Branson. Foto: Getty Images
Jakarta - Inovasi teknologi akan membuat pola kerja zaman now, seperti rutinitas kerja kantoran pukul 9-17.00, tergusur di masa depan. Jumlah lapangan kerja buat manusia pun potensial menurun. Setidaknya begitu prediksi triliuner asal Inggris, Richard Branson.

Pemilik perusahaan antariksa Virgin Galactic tersebut menyatakan pola kerja yang ada pada masa kini, yang sekarang merupakan hal umum, bakal segera menjadi masa lalu akibat perkembangan dunia teknologi.

"Seperti yang dikatakan oleh Larry Page (pendiri Google-red) dan lainnya, jumlah pekerjaan tersedia bagi orang akan menurun seiring perkembangan teknologi," katanya, menyebutkan inovasi seperti mobil otomatis atau pesawat tanpa awak.




"Inovasi baru akan membuat industri melaju namun juga menurunkan ketergantungan pada manusia. Ide seperti mobil tanpa pengemudi dan drone lebih canggih menjadi kenyataan dan mesin akan digunakan di lebih banyak lagi pekerjaan," tambah dia.

"Hal ini memang kedengarannya buruk. Tapi, jika pemerintah dan pebisnis pintar, kemajuan teknologi bisa menjadi sangat positif bagi orang di seluruh dunia," tandasnya.

Branson yang mempekerjakan lebih dari 70 ribu orang menambahkan perubahan akibat teknologi justru bisa menciptakan praktik kerja yang lebih pintar. Pemerintah bisa turut serta dengan memberikan pelatihan bagi karyawan untuk meraih skill yang dibutuhkan di masa depan.

Terpangkasnya jam kerja justru akan menciptakan keseimbangan hidup yang lebih baik. "Orang perlu dibayar sama saja meskipun bekerja lebih pendek sehingga bisa melakukan lebih banyak kesenangan. Memang sulit, tapi bisa dilakukan," katanya.


(fyk/krs)