Selasa, 18 Des 2018 17:09 WIB

Tik Tok Masih Dihantui Pengguna di Bawah Umur

Virgina Maulita Putri - detikInet
Aplikasi Tik Tok. Foto: shutterstock Aplikasi Tik Tok. Foto: shutterstock
Jakarta - Pertengahan tahun 2018, aplikasi Tik Tok diblokir Indonesia karena ditemukan konten negatif. Tak lama kemudian, blokir dicabut dan Tik Tok harus melakukan beberapa penyesuaian agar sesuai dengan permintaan Kominfo.

Salah satunya adalah dengan menetapkan batasan usia. Kini, hanya pengguna yang berusia 14 tahun ke atas yang bisa mengakses Tik Tok. Tapi ternyata masih ada anak di bawah umur yang coba daftar Tik Tok.

"Memang penegakan dari peraturan tersebut belum sempurna ya. Pasti akan ada orang yang berbohong gitu," ujar Kepala Kebijakan Publik Tik Tok untuk Indonesia, Malaysia dan Filipina, Donny Eryastha, saat acara peluncuran Pusat Keamanan Tik Tok di Pullman Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).




"Saat mendaftar mereka isi input tanggal lahirnya itu di atas 14 tahun, padahal aslinya umurnya di bawah 14 tahun," sambungnya.

Menurut Donny, memang masih sulit untuk mendeteksi keberadaan pengguna yang masih di bawah umur di platformnya. Apalagi membedakan tampang anak berusia 13 tahun dengan anak berusia 14 tahun tidak gampang.

Untuk itu, Tik Tok mengandalkan laporan dari pengguna jika mereka menemukan pengguna lain yang masih di bawah umur. Selain itu, human reviewer yang merupakan bagian dari tim moderasi konten juga dikerahkan untuk menyaring pengguna Tik Tok.

"Memang harus kita akui tidak sempurna. Tapi kalau kita tahu bahwa anak tersebut di bawah 14 tahun kita akan tutup akunnya," pungkasnya.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed