Kamis, 13 Des 2018 11:37 WIB

Ada Facial Recognition di Konser Taylor Swift, Tujuannya?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sebuah konser Taylor Swift menerapkan penggunaan teknologi facial recognition (Foto: Kevin Winter/Getty Images for TAS) Sebuah konser Taylor Swift menerapkan penggunaan teknologi facial recognition (Foto: Kevin Winter/Getty Images for TAS)
New York - Sebuah konser selebritas kondang Taylor Swift rupanya turut menyelipkan pemanfaatan teknologi pengenalan wajah alias Facial Recognition.

Konser yang dimaksud sebenarnya sudah digelar pada bulan Mei lalu di Stadion Rose Bowl, California, AS. Tapi ramai-ramai soal penggunaan face recognition itu baru muncul sekarang.

Teknologi itu rupanya digunakan untuk memonitor semua pengunjung konser, termasuk mendeteksi jika ada rombongan penguntit Swift yang mendekati arena konser.




Face recognition ini dipasang di sebuah kios yang memutar cuplikan Swift saat sedang latihan sebelum konser. Di balik layar pemutar video, ada kamera pengenal wajah.

"Siapa pun yang melewatinya akan berhenti dan melihat video tersebut, dan softwarenya akan langsung bekerja," ujar Chief Security Officer Oak View Group Mike Downing, seperti dikutip detikINET dari Mashable, Kamis (13/12/2018).

Foto-foto tersebut kemudian dikirimkan ke lokasi "pusat komando" di Nashville, AS. Kemudian, foto-foto tersebut dicocokkan dengan database yang berisi ratusan penguntit Swift yang telah dikenali.




Nah, penggunaa teknologi face recognition dalam kasus ini lantas memunculkan banyak tanda tanya. Apakah fans yang datang tahu kalau foto mereka diambil dan dikirimkan ke database di negara bagian lain? Apakah Swift dan manajemennya tahu tentang penggunaan sistem ini? Apakah foto-foto tersebut disimpan di database, jika memang begitu maka sampai berapa lama?

Apapun, ini bukan pertama kalinya teknologi facial recognition digunakan untuk memonitor penonton konser. Pada bulan Mei, teknologi facial recognition milik China yang disebut Xue Liang atau Sharp Eyes berhasil mendeteksi tersangka kriminal yang bersembunyi di antara 60.000 penonton konser.


(vim/krs)