Selasa, 11 Des 2018 15:50 WIB

5 Langkah Facebook untuk Kawal Pemilu 2019

Virgina Maulita Putri - detikInet
Roy Tan menjelaskan 5 langkah Facebook untuk mengawal Pemilu 2019. (Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet) Roy Tan menjelaskan 5 langkah Facebook untuk mengawal Pemilu 2019. (Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet)
Jakarta - Kampanye pemilihan umum tahun depan (pemilu 2019) telah dimulai sejak bulan September lalu. Kampanye itu kini tidak hanya dilakukan secara langsung di area terbuka atau media cetak dan televisi, tapi juga secara online menggunakan media sosial, khususnya Facebook.

Nah, perusahaan media sosial yang bermarkas di Menlo Park, Amerika Serikat ini, tentu telah menyiapkan beberapa langkah untuk memastikan kelancaran pemilu di Indonesia.

"Ketika kita melihat tujuan untuk pemilu di Indonesia pada bulan Juni, kita ingin membawa Election Integrity Playbook milik kami ke Indonesia," ujar Politics and Government Outreach Facebook APAC Roy Tan, saat acara Looking Back at 2018 di kantor Facebook Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).




Tan menjelaskan ada lima hal kunci yang menjadi fokus mereka. Antara lain pemberantasan akun palsu, mengurangsi distribusi berita palsu, transparansi iklan politik, memberantas aktor jahat, dan menyebarkan informasi penting terkait pemilu kepada masyarakat Indonesia.

Ada tiga hal utama yang dilakukan Facebook untuk menjamin agar platformnya tidak disalahgunakan untuk menggangu pemilu. Pertama, mereka bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kominfo untuk mengenali dan melaporkan berita palsu.

Mereka juga memberikan pelatihan kepada admin media sosial partai politik dan politisi untuk mengamankan akun mereka selama periode pemilu.

"Hal-hal seperti two-factor authentication, untuk memastikan mereka tidak jadi korban email phishing dan tidak memberikan detail penting. Karena selama periode pemilu, sudah umum untuk orang-orang meretas akun dan memposting konten yang tidak kredibel," jelas Tan.

Selain itu, Facebook juga bekerjasama dengan enam media untuk menjadi pemeriksa fakta pihak ketiga. Pemeriksa fakta ini akan meninjau tautan-tautan yang dibagikan di Facebook dan menggolongkan mereka sebagai berita palsu atau tidak.




Jika terbukti merupakan berita palsu, maka Facebook akan memberikan konteks tambahan berupa artikel terkait yang berisi fakta sebenarnya. Tapi Facebook juga berupaya mengurangi penyebaran berita palsu dengan menghapus akun-akun palsu yang menyebarkannya.

"Kadang berita palsu itu disebarkan oleh akun palsu, jadi dengan menghapus akun palsu akan mengurangi penyebaran berita palsu," pungkasnya.

Tonton video 'Partisipasi Facebook Jelang Pemilu di Indonesia':

(vim/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed