Hasil Penelitian
Ponsel Tidak Sebabkan Kanker Otak
- detikInet
Jakarta -
Sebaiknya jangan langsung percaya pada gosip yang beredar. Dugaan ponsel mengakibatkan kanker otak hingga saat ini belum terbukti. Setidaknya itu yang terungkap dalam sebuah penelitian. Penelitian itu menyebutkan, tidak ada peningkatan risiko terkena tumor pada syaraf antara telinga dan otak bagi orang yang telah memakai ponsel selama sepuluh tahun. Demikian hasil studi Institute of Cancer Research di Inggris seperti dilansir reuters yang dikutip detikinet Rabu (31/8/2005).Penelitian itu merupakan penelitian berskala paling besar mengenai hubungan ponsel dan kanker otak dibandingkan penelitian lain yang pernah dilakukan. "Hasil penelitian kami mengemukakan bahwa tidak ada risiko besar selama dasawarsa pertama sesudah ponsel digunakan," tandas Anthony Swerdlow dari Institute of Cancer Research. Meski demikian, peneliti tetap mencurigai adanya risiko kanker untuk periode penggunaan yang lebih panjang. "Adanya risiko untuk jangka panjang masih belum bisa diketahui, mengingat teknologi ini (ponsel-red) masih relatif baru," ia menambahkan.Studi itu berfokus pada acoustic neuroma, tumor jinak yang tumbuh pada syaraf yang menghubungkan telinga dan telinga bagian dalam ke otak. Hasil studi diterbitkan dalam British Journal of Cancer. Para ilmuwan lain juga sudah menyelidiki kemungkinan risiko tumor otak jenis lain dengan ponsel. Tetapi, para ilmuwan mengatakan, penyakit yang kemungkinan besar akan menginfeksi pengguna ponsel adalah acoustic neuroma.Terdapat juga penelitian sebelumnya yang menemukan dampak radiasi ponsel pada tubuh manusia. Termasuk dampaknya adalah pemanasan pada otak yang menyebabkan sakit kepala hingga mual-mual.Hingga saat ini belum ada penelitian, yang bisa dibuktikan ulang secara independen, yang membuktikan bahwa ponsel mempunyai efek berbahaya yang permanen. Kalangan industri ponsel pun kukuh menyebut tidak ada bukti dampak negatif dari radiasi elektromagnetik.Diperkirakan secara global ada sekitar 780 juta ponsel yang akan terjual di tahun 2005. Pengguna ponsel di dunia pun hampir mencapai angka 2 miliar orang.Institute of Cancer Research menganalisa hasil penelitian di Inggris Raya, Denmark, Finlandia, Norwegia, dan Swedia. Kelima wilayah itu adalah tempat ponsel diperkenalkan pertama kalinya. Hasil penelitian ini disambut baik oleh lembaga amal pemerhati kanker. "Tetapi, adalah penting bagi para peneliti untuk terus mengamati pengguna ponsel tahun-tahun mendatang, karena ini adalah teknologi yang relatif baru," papar Julie Sharp dari lembaga Cancer Research, Inggris.
(wsh/)