Rabu, 28 Nov 2018 19:07 WIB

Laporan dari Singapura

Acara Ini Jadi Bentuk Dukungan Google buat Game Indie

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kunal Soni. Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet Kunal Soni. Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet
Singapura - Perkembangan industri mobile game di Asia Tenggara terus berkembang tiap tahunnya. Namun tidak dapat dimungkiri bahwa mayoritas game yang dimainkan adalah game yang dikembangkan oleh developer besar, seperti PUBG, Fortnite, dan sebagainya.

Perkembangan ini juga diikuti oleh semakin banyaknya developer game indie yang ingin merasakan kesuksesan serupa.

"Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk menjadi Android game developer di Asia Tenggara. Asia Tenggara dan India saat ini memiliki 300 juta gamer dan itu akan terus berkembang," kata Director Business Development; South East Asia, India and Australia Google Play Kunal Soni, di kantor Google Asia Pacific, Singapura, Rabu (28/11/2018).

Untuk itu Google mengadakan Indie Games Accelerator untuk mendukung developer game indie di kawasan Asia Tenggara, India, dan Pakistan agar mereka dapat bersaing dengan pasar yang semakin ramai.




Dari ratusan developer, terpilih 30 developer dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura, Filipina, India, dan Pakistan. Mereka pun mendapat bimbingan tidak hanya dari pihak Google tapi juga developer game indie yang telah sukses membangun game dan bisnisnya.

Dukung Game Indie, Google Gelar Indie Games AcceleratorFoto: Virgina Maulita Putri/detikinet

"Progran ini dibangun untuk mendorong developer ini untuk berinteraksi dengan up-and-coming developers. Untuk belajar dari pengalaman mereka, untuk belajar dari perjalanan mereka dan menyerap semua pelajaran ini," lanjut Soni.

Selain diskusi dengan mentor, program ini juga mengutamakan fase pembangunan game. Hal ini dikarenakan Google ingin developer fokus pada target jangka panjang.




Jadi 30 developer ini diajari bagaimana membuat game mereka lebih mulus dimainkan, UI dan UX yang lebih ramah, hingga bagaimana menentukan harga game mereka. Selain itu, Google juga membantu menyediakan tim tester, yang biasanya sulit diakses oleh developer indie, untuk mencoba game mereka.

"Kami ingin memastikan game yang dihasilkan dari program ini bukan one-hit wonder. Yang ingin kita hasilkan adalah studio game indie berjangka panjang yang berkelanjutan di Asia Tenggara yang terus mengeluarkan game hit," ucap Director Global Developer Ecosystem Google, David McLaughlin dalam kesempatan yang sama. (vim/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed