Senin, 26 Nov 2018 11:45 WIB

Beli Perusahaan Rp 20 T, BlackBerry Catat Akuisisi Terbesarnya

Rachmatunnisa - detikInet
Logo BlackBerry. Foto: Reuters Logo BlackBerry. Foto: Reuters
Jakarta - Meski tak sepopuler dulu, keberuntungan BlackBerry masih terus bersinar. Perusahaan asal Kanada ini bahkan baru melakukan akuisisi terbesar yang pernah dilakukannya.

Dikutip detikINET dari Digital Journal, Senin (26/11/2018), BlackBerry baru membeli perusahaan yang bergerak di bidang artificial inteligence (AI) alias kecerdasan buatan senilai USD 1,4 miliar atau sekitar Rp 20,3 triliun.

Dalam beberapa tahun ini, BlackBerry tampaknya mulai menemukan jalannya. Tergusur di pasar smartphone karena dominasi Apple dan Samsung membuat BlackBerry mengalihkan fokusnya. Kini BlackBerry lebih sukses dengan produk software dan layanan sistem keamanan.




Seperti diketahui, BlackBerry menawarkan sejumlah proyek konsultasi keamanan cyber ke kalangan korporat, termasuk ke organisasi dan lembaga yang mengalami peretasan data dan menawarkan audit 360 derajat.

Di samping itu, BlackBerry masih memproduksi smartphone seperti Key2 LE. Untuk melengkapi upayanya kembali bersinar, kini BlackBerry memasuki arena AI. Ini ditandai oleh pembelian perusahaan AI bernama Cylance.

Perusahaan yang didirikan pada 2015 ini membuat produk dan layanan yang dirancang untuk memprediksi dan mencegah adanya ancaman cyber.




Sistem Cylance diketahui sudah diimplementasikan di lebih dari 14,5 juta endpoint untuk melindungi 3.500 klien di seluruh dunia. Pantas jika hal ini menjadi daya tarik yang membuatnya dilirik dan dipinang BlackBerry.

"Kami yakin bahwa dengan menambahkan kemampuan Cylance pada keahlian kami dalam privasi, mobilitas yang aman, dan sistem tertanam akan membuat BlackBerry Spark sangat diminati untuk mewujudkan Enterprise of Things," komentar CEO Blackberry John Chen.

Menurut para pengamat investasi, akuisisi ini mengindikasikan BlackBerry rela membayar mahal demi bisa memasuki pasar baru. Dengan kesepakatan ini, Cylance akan tetap menjadi unit bisnis terpisah di dalam perusahaan BlackBerry.


(rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed