Jumat, 23 Nov 2018 18:03 WIB

SMS Comeback, Mengancam WhatsApp!

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi SMS. Foto: Istimewa Ilustrasi SMS. Foto: Istimewa
Jakarta - SMS seakan teknologi usang yang sudah jarang dilirik, apalagi di era layanan messaging seperti WhatsApp sekarang ini. Tapi di Eropa, SMS ternyata comeback, bahkan berpotensi mengancam WhatsApp, setidaknya jika dipandang dari sisi bisnis.

Operator mungkin lama memendam rasa tak suka pada layanan Over The Top (OTT) semacam WhatsApp karena berjalan di jaringan mereka tanpa memberi pendapatan signifikan. Sudah begitu, SMS yang dulu jadi sumber penghasilan besar pun ditinggal pengguna karena lebih memilih WhatsApp.

Tapi belakangan, pendapatan dari SMS ternyata makin besar. Di Eropa, sekitar dua pertiga bisnis menggunakan SMS untuk berkomunikasi dan mempromosikan produk pada konsumen, menurut survei dari Commify, pengelola layanan SMS bisnis.




Alasannya sederhana. WhatsApp memang dipakai di ratusan juta smartphone. Namun tidak semua ponsel menggunakan WhatsApp. Beda dengan SMS yang sudah pasti terkirim di seluruh ponsel.

"SMS masih satu-satunya cara untuk menjangkau 100% smartphone," kata Chief Executive Commify, Geoff Love yang dikutip detikINET dari Forbes.

Geoff menuturkan tren pebisnis beralih ke SMS ini semakin tinggi yang akan menguntungkan operator. Nah jika hal itu terus berlanjut, bisa mengganggu upaya monetisasi WhatsApp.

WhatsApp sudah mencoba program pesan komersial dari pebisnis, namun masih berjalan lambat. Dengan kebangkitan SMS di kalangan pebisnis itu, Facebook selaku induk WhatsApp rasanya harus waspada jika tidak ingin rencana monetisasi WhatsApp berantakan.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed