Jumat, 23 Nov 2018 09:12 WIB

Menteri Israel Minta Airbnb Diboikot, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Aplikasi Airbnb. Foto: Istimewa Aplikasi Airbnb. Foto: Istimewa
Jakarta - Seorang menteri Israel meminta startup penginapan online Airbnb diboikot dan agar rakyat di sana menggunakan layanan pesaing saja. Hal itu terkait keputusan Airbnb yang tidak mau lagi menyewakan penginapan di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

"Aku meminta semua yang mendukung Israel dan melawan diskriminasi untuk melakukan boikot. Mereka harus tak lagi memakai Airbnb dan beralih ke layanan yang lain. Booking.com by the way, adalah layanan yang bagus," tandas Meteri Strategic Affairs Israel, Gilad Erdan.

Airbnb telah menyatakan akan menghapus 200 listing penginapan milik warga Israel di Tepi Barat setelah dikritik bahwa sebuah perusahaan tidak seharusnya mengambil untung dari wilayah di mana orang-orangnya tercerai berai.



Warga Palestina pun menyambut baik tindakan Airbnb tersebut. "Airbnb mengambil keputusan yang benar untuk berhenti melakukan deal dengan pemukiman Israel," kata Wasel Abu Youssef, pejabat senior di Palestine Liberation Organisation.

"Hasutan Erdan itu adalah upaya berkelanjutan dari pemerintahan ekstrimis Israel untuk mengintimidasi perusahaan dan individu yang mencoba membuat keputusan baik yang sesuai dengan resolusi internasional," paparnya.

Juru bicara Airbnb menolak berkomentar soal himbauan Erdan. Sedangkan Chris Lehane, Head of Policy and Communication Airbnb menyatakan Isarel tetap merupakan tempat istimewa. "Lebih dari 22 ribu tuan rumah kami di sana adalah orang spesial yang menyambut ratusan ribu tamu ke Israel," tuturnya.

"Kami memahami bahwa ini adalah isu yang berat dan kompleks dan kami mengapresiasi perspektif setiap orang," tambahnya yang dikutip detikINET dari Reuters.



Penghapusan listing hanya berlaku di pemukiman Israel di wilayah Tepi Barat, di mana Palestina hanya memiliki sedikit kemerdekaan di bawah pendudukan militer negara Yahudi itu. Sedangkan teritori lain yang juga mereka duduki di Yerusalem Timur dan dataran tinggi Golan tak terdampak.

Organisasai Human Rights Watch memuji keputusan Airbnb. Mereka juga meminta layanan lain seperti Booking.com untuk mengikuti jejak Airbnb. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed