Jumat, 16 Nov 2018 18:40 WIB

Cara Wali Kota Risma Bikin Warga Surabaya Melek Startup

Adi Fida Rahman - detikInet
Wali Kota Risma di acara Innocreativation. Foto: Ari Saputra/detikcom Wali Kota Risma di acara Innocreativation. Foto: Ari Saputra/detikcom
Surabaya - Dewasa ini, startup makin berperan penting dalam perekonomian. Sayangnya, banyak masyarakat yang kurang menyadari akan hal itu.

Karenanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan upaya agar warganya makin melek akan startup. Dengan demikian, paradigma para orang tua akan masa depan anaknya sedikit berubah.

"Banyak orang tua ingin anaknya punya pendapatan stabil tiap bulannya dengan jadi pegawai. Padahal tidak mudah bagi saya membuka lapangan pekerjaan. Sebab mencari investor tidaklah mudah, perusahaan terkadang tidak cocok dari pendidikan," ujarnya saat ditemui usai pembukaan acara Startup Nations Summit (SNS) 2018 di Grand City Ballroom, Surabaya, Jumat (16/11/2018).

"Ya apa harus harus nunggu terus. Dengan startup malah bisa membuka lapangan pekerjaan. Karena itu saya bikin rangkaian acara yang bikin warga shock," imbuhnya.

Pihaknya kemudian menggelar Surabaya Disruptive Week 2018. Selama seminggu warga Kota Pahlawan diajak mengenal soal apa dan bagaimana potensi startup ke depan.

Dimulai dengan perhelatan Innocreativation yang dihelat 14-15 November lalu, berlanjut SNS yang digelar dua hari, 16-17 November, dibarengi dengan Festival Bekraf 2018.

"Kalau misalnya cuma dua hari ya kurang. Makanya saya gelar seminggu, biar berasa shocknya. Biar bisa mengubah paradigma," ujarnya.

Acara Startup Nations SummitMembuka acara Startup Nations Summit. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Berjuang Setahun

Bicara kegiatan SNS sendiri, ini merupakan ajang yang mengumpulkan jaringan pembuat kebijakan kewirausahaan dari seluruh dunia. Setelah tahun lalu digelar di Kota Tallinn, Ibu Kota Estonia, kini Kota Surabaya dipilih menjadi tuan rumahnya.

Global Entrepreneurship Network (GEN) Global, pihak penyelenggara, menilai Surabaya mengalami banyak perubahan. Jumlah startup pun mengalami pertumbuhan yang sangat baik.

Namun Risma mengatakan tidak mudah untuk menjadi tuan rumah SNS. Usaha tersebut sudah dimulai sejak 2016, kala itu dia diminta jadi pembicara dalam kegiatan GEN.

Tahun berikutnya Risma kembali diundang jadi pembicara. Pada kesempatan itu coba tidak disia-siakan Risma, dia nekat mengajukan nama Surabaya sebagai tuan rumah SNS 2018. Setelah proses tawar menawar yang ketat, permohonan diterima, Kota Pahlawan jadi tempat penyelenggaraan.

"Ini demi memicu generasi muda kita di Indonesia, khususnya Surabaya. Supaya mereka bisa bersaing, karena ke depan tentu tidaklah mudah," pungkasnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed