Kamis, 15 Nov 2018 18:05 WIB

Cerna Hampir Semiliar Tweet Sehari untuk Deteksi Kabar Palsu

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi Twitter (Foto: detikINET - Irna Prihandini) Ilustrasi Twitter (Foto: detikINET - Irna Prihandini)
Jakarta - Berapa rekormu dalam melihat tweet yang berseliweran di lini masa Twitter? Sistem ini mampu mencerna hampir semiliar cuitan untuk mendeteksi kabar palsu.

Hal ini tidak lepas dari maraknya fenomena hoax dan fake news, atau kabar palsu, di internet. Untuk itu perusahaan pengelola data Cloudera menggunakan teknologi machine learning dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kabar palsu di Twitter.

"Jawaban untuk mengidentifikasi berita palsu dan berita faktual adalah data dan machine learning," kata CEO Cloudera Tom Reilly saat media briefing dalam kunjungannya ke Jakarta di Raffles Hotel, Kamis (15/11/2018).




"Sistem ini mencerna hampir satu miliar tweet dalam sehari dan dengan menjalankannya lewat Cloudera mereka bisa lihat seberapa akuratnya cuitan tersebut," jelas Reilly.

Sistem milik Cloudera ini digunakan oleh publikasi ternama seperti Reuters. Twitter dipilih sebagai platform yang dijadikan patokan karena saat terjadi sesuatu, biasanya rumor akan tersebar di media sosial terlebih dulu.

Untuk menentukan apakah informasi lewat cuitan itu akurat atau tidak, Cloudera menggunakan sistem skor akurasi (veracity score). Semakin tinggi persentase akurasi informasi tersebut maka semakin valid dan layak untuk diberitakan.

"Sistem ini bisa melihat dari tiap individu tersebut dan melihat apakah orang ini pernah nge-tweet dari lokasi tersebut sebelumnya, apakah mereka pernah ngetweet soal subyek ini sebelumnya, kemudian dengan cepat menentukan faktanya dan diterbitkan beritanya," jelas Reilly.

(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed