Selasa, 13 Nov 2018 22:01 WIB

Demi Pelanggan, Brand Harus Kreatif Manfaatkan Teknologi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Tren saat ini, dan di masa depan, menuntut brand kreatif memanfaatkan teknologi demi pelanggan (Foto: Getty Images/Business Insider) Tren saat ini, dan di masa depan, menuntut brand kreatif memanfaatkan teknologi demi pelanggan (Foto: Getty Images/Business Insider)
Jakarta - Teknologi saat ini dapat memudahkan segala hal. Contohnya, berbelanja bisa dilakukan secara online cuma dengan beberapa ketukan jari di smartphone kita.

Namun demikian, bukan berarti bahwa mudahnya konsumen berhubungan dengan brand ini terhenti di interaksi lewat web atau aplikasi milik brand tersebut. Menurut Asia Head of Trends & Insights TrendWatching Acacia Leroy, brand harus dapat memanfaatkan teknologi dan kanal lain untuk berhubungan dengan pelanggannya.




"Sekarang pelanggan akan berharap untuk memanggil brand seperti jika mereka memanggil jin dengan lampu ajaib," kata Acacia dalam acara Global Trend Event di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

"Jika kalian bisa berinteraksi dengan smartphone di mana saja dan smartphone kalian menjadi lebih pintar, orang-orang akan berharap untuk menggunakan smartphone atau teknologi yang tersedia di mana saja untuk berinteraksi dengan brand dengan cara yang kreatif," sambungnya.

Acacia pun mengambil contoh penggunaan Augmented Reality (AR) di beberapa aplikasi dan platform. Seperti penggunaan AR di aplikasi mobile IKEA Places yang memungkin pengguna untuk memvisualisasikan bagaimana furnitur tersebut terlihat di rumahnya.

2019, Teknologi Bisa Bantu Brand untuk Setia Setiap SaatFoto: Virgina Maulita Putri/detikINET


Atau, penggunaan cermin yang ditenagai AR oleh pusat perbelanjaan In Time di China. Cermin ini ditempatkan di toilet dalam mall tersebut dan memungkinkan pengguna untuk melihat-lihat, mencoba, dan membeli produk kecantikan sembari menunggu di toilet.

Selain itu, Acacia juga menekankan bahwa brand juga harus bisa berinteraksi dengan konsumen lewat suara. Ia mencontohkan kehadiran beberapa layanan milik vendor di Singapura yang telah terintegrasi ke speaker pintar seperti Google Home. Lewat perintah suara, pengguna pun bisa pesan tiket pesawat, atau mencari tahu jadwal kedatangan bus lewat aplikasi.




"Jadi semuanya tentang kanal non-konvensional yang dapat kalian gunakan untuk menanamkan brand experience untuk memberikan konsumen pengalaman menyenangkan yang mungkin tidak mereka kira," pungkasnya.


(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed