Selasa, 13 Nov 2018 18:21 WIB

RIP Stan Lee, Wariskan Superhero Sarat Teknologi dan Sains

Kris Fathoni W - detikInet
RIP Stan Lee, salah satu yang ia wariskan adalah superhero yang kisahnya sarat teknologi dan sains (Foto: Mario Anzuoni/Reuters) RIP Stan Lee, salah satu yang ia wariskan adalah superhero yang kisahnya sarat teknologi dan sains (Foto: Mario Anzuoni/Reuters)
Jakarta - Dunia baru saja dapat kabar duka: Stan Lee meninggal. Dalam kariernya sebagai kreator seni, warisan Stan Lee akan terus hidup secara khusus dalam sosok dan dunia superhero yang kita kenal sekarang. RIP Stan Lee.

Pria bernama lengkap Stanley Martin Lieber itu mengembuskan napas terakhir di usia 95 tahun. Stan Lee meninggal dunia di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, California pada 12 November 2018 waktu setempat.




Kabar Stan Lee meninggal tak ayal membuat banyak orang berduka. Apalagi para superhero yang pernah lahir di tangannya saat ini sedemikian populer -- bukan cuma buat para penggila komik, melainkan juga secara umum berkat popularitas film-film blockbuster dari Marvel.

Ya, sejumlah pahlawan super karya Stan Lee saat ini memang "besar" di Marvel. Di perusahaan itu pula Stan Lee pernah menempati sejumlah posisi; mulai dari editor in chief sampai kursi chairman pernah ia tempati.

Sebagai komikus, Stan Lee akan dikenang sebagai salah satu yang memiliki visi dan imajinasi melampaui zamannya. Begini gambaran singkat mengenai mendiang, dari sebuah cuitan bela sungkawa Neil deGrasse Tyson, fisikawan dan penulis kondang AS.


Hal itu pula yang lantas mendasari penciptaan sejumlah superhero di tangan Stan Lee, dalam kolaborasinya dengan sejumlah orang termasuk secara khusus Jack Kirby dan Steve Ditko, lekat dengan teknologi "wah" dan dunia sains di luar masanya.

Sebut saja kehadiran laba-laba radioaktif yang menggigit Peter Parker sehingga bisa jadi Spider-Man, sengatan sinar gamma ke tubuh Bruce Banner yang bikin dirinya bisa bertransformasi jadi Hulk, teknologi tingkat tinggi yang membuat Tony Stark menciptakan Iron Man, kelahiran Captain America akibat kombinasi Serum-Super dan sinar Vita, paparan radiasi sinar kosmik buat kuartet angkasawan dalam Fantastic Four, atau serba canggihnya teknologi di Wakanda tempatnya Black Panther.




Jangan lupa pula bahwa di X-Men, Stan Lee dan Jack Kirby "bermain-main" dengan konsep awal yang sangat sains melalui kisah evolusi homo sapiens dan kode genetik yang bermutasi, memunculkan sekumpulan orang dengan kekuatan supernya masing-masing.

"Kelihaian mereka (para superhero itu) dalam dunia sains dan teknologi merupakan bagian besar dari kekuatan super mereka, bahkan dalam beberapa hal memang itulah kekuatan super mereka," kata Anthony Russo, salah satu sutradara Avengers: Infinity War, dalam sebuah wawancara dengan John Hitch dari IndustryWeek.com pada bulan Maret tahun ini.

Para pahlawan super ciptaan Stan Lee memang punya latar belakang dan kisah beragam. Tapi karakternya punya satu kesamaan, yang pada dasarnya dapat dikatakan mencerminkan bagaimana visi dari sang kreatornya. Bob Iger, Chairman dan CEO Walt Disney, perusahaan induk Marvel, pun mengakui betapa Stan Lee seluar biasa karakter yang diciptakannya.




"Buat fans Marvel di seluh dunia, (Stan Lee) merupakan seorang pahlawan super tersendiri. Stan punya kekuatan untuk menginspirasi, menghibur, untuk menghubungkan orang. Tingkat imajinasinya cuma dilampaui oleh hatinya yang lebih besar," ucapnya.

Kini Stan Lee sudah meninggal. Tapi kenangan akan dirinya akan terus hidup berkat hal-hal yang ia wariskan; bukan cuma sederet superhero yang secara khusus sangat lekat dengan teknologi dan sains, melainkan juga penciptaan dunia imajinasi dengan skala luar biasa yang sekaligus turut menarik kehidupan banyak orang ke dalam gravitasinya.

RIP Stan Lee.


(krs/mon)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed