Kamis, 08 Nov 2018 21:11 WIB

India Punya Talenta Digital Oke, Indonesia Kapan?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta - Saat ini India dapat digolongkan sebagai salah satu negara di kawasan Asia yang memiliki talenta digital oke. Indonesia pun bisa seperti itu di masa depan.

Bagusnya SDM India dalam sektor itu turut membuat sejumlah perusahaan yang mencari talenta digital di negara tersebut. Sebut saja Go-Jek yang baru-baru ini mencari 200 teknisi untuk mengisi posisi di pusat riset dan pengembangannya yang berada di Bengaluru, India. Dua raksasa perusahaan teknologi, Google dan Microsoft, juga saat ini dipimpin oleh sosok berdarah India.

Untuk itu wajar jika India kini menjadi salah satu patokan bagi pengembangan talenta digital di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Human Capital Development idEA Sofian Lusa saat konferensi pers idEA Works, di Jakarta, Kamis (8/11/2018).




"Memang salah satu yang menjadi benchmark adalah India. Budaya teknologi di sana itu sudah massive, itu yang membedakan dengan kita," kata Sofian.

Sofian kemudian menjelaskan bahwa India memang lebih unggul dari Indonesia karena budaya teknologi di India sudah ditanamkan sejak usia dini, sehingga teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Ia juga menyatakan bahwa di India kurikulum berbasis teknologi informasi tidak dikhususkan hanya untuk mahasiswa fakultas teknik saja.

Ketua Umum idEA Ignatius Untung menambahkan bahwa kemahiran berbahasa asing, secara khusus bahasa Inggris, juga berkontribusi pada pertumbuhan talenta digital. Hal itu dikarenakan referensi yang ada lazimnya berbahasa Inggris.

"Artinya semakin negara itu punya kemampuan berbahasa Inggris yang lebih baik, referensinya semakin banyak," ucapnya.




Untung pun memperkirakan Indonesia bisa mencapai tingkat yang setara dengan India dalam waktu 3-5 tahun jika semua stakeholder yang berkaitan mau bekerjasama untuk meningkatkan kualitas talenta digital Indonesia.

Tapi ia menyarankan Indonesia tidak meniru satu negara saja. Menurutnya dengan meniru kualitas terbaik sumber daya manusia di negara maju lain seperti China dan Amerika Serikat akan punya dampak lebih positif bagi kualitas talenta digital Indonesia.

"Buat kita enaknya jadi yang di belakang, kita yang mengikuti. Enaknya kita nggak perlu nyontek satu, kita bisa nyontek semua," ujar Untung.

"Kalo kita cuma menjadikan benchmark satu negara kita nggak akan lebih dari mereka, tapi karena kita ngambil dari beberapa negara kita bisa nanti leapfrogging, bisa melewati mereka," tuturnya.

(krs/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed